Trump: Perbatasan Terbuka Memicu Masuknya Senjata dan Kejahatan

Fajar Nugraha    •    Rabu, 31 Jan 2018 10:32 WIB
donald trumppemerintahan as
Trump: Perbatasan Terbuka Memicu Masuknya Senjata dan Kejahatan
Presiden AS Donald Trump dalam pidato kenegaraannya (Foto: AFP).

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pidato kenegaraan awal tahun, pada Selasa 30 Januari 2018 atau Rabu 31 Januari 2018 waktu Indonesia.
 
Dalam pidatonya, Trump memaparkan isu imigran yang menjadi perhatian. Salah satunya adalah mengenai isu perbatasan yang ingin ditutup oleh Trump dengan tembok.
 
"Prinsip perbatasan terbuka yang dilakukan Amerika selama ini, memungkinkan para gang penjual narkoba masuk membanjiri lingkungan Amerika," ujar Trump dalam pidatonya, seperti dikutip AFP, Rabu 31 Januari 2018.
 
Menurut Trump, kebijakan ini membuat kelompok kartel seperti MS-13 dari El Salvador bisa masuk ke Negeri Paman Sam.
 
"Banyak dari anggota geng ini mengambil keuntungan dari celah yang ada di perbatasan serta celah di penegakan hukum, untuk masuk ke dalam Amerika secara ilegal, tidak terdeteksi dan bahkan dalam usia muda," tegas Trump.
 
Trump memaparkan empat pilar rencana aturan imigran. Jika aturan ini disetujui oleh kongres, maka bisa memperkuat celah yang ada selama ini.
 
Pilar pertama,-dan kemungkinan tidak langsung didukung- adalah memberikan tahap kewarganegaraan terhadap imigran yang tidak memiliki surat resmi ketika masuk ke AS dalam usia muda.
 
"Pilar kedua adalah mengamankan perbatasan secara penuh dengan membangun tembok besar dekat Meksiko dan menempatkan lebih banyak petugas imigrasi," pungkasnya.
 
Sementara pilar ketiga adalah, Amerika Serikat akan mengakhir lotere Green Card dan menggantikannya dengan sistem pemberian kewarganegaraan kepada imigran yang keahliannya dibutuhkan oleh dunia usaha AS.
 
Sedangkan pilar keempat,-yang memicu protes Partai Demokrat- akan mengakhiri kebijakan imigrasi, yang membolehkan imigran membawa anggota keluarganya masuk ke AS.



(FJR)