AS dan Rusia Dikhawatirkan Kembangkan Senjata Nuklir

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 21 Mar 2018 18:21 WIB
nukliras-rusia
AS dan Rusia Dikhawatirkan Kembangkan Senjata Nuklir
Amerika Serikat dan Rusia menjadi dua negara besar yang dikhawatirkan kembangkan senjata nuklir (Foto: AFP).

Jakarta: Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir menyampaikan negara anggota Perjanjian Non Proliferasi Nuklir (NPT) menyampaikan keprihatinan mereka atas kebijakan militer negara kekuatan dunia, khususnya Amerika Serikat (AS) dan Rusia.
 
Terselip rasa khawatir atas kebijakan ini dan akan menjadi salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan negara-negara anggota perjanjian pelucutan senjata nuklir.
 
"Kita sampaikan keprihatinan kita bahwa ada negara yang memodernisasi senjata nuklir. Pertama, yang kita sebut non proliferasi itu ada dua, yaitu tidak boleh memperbanyak baik kualitas maupun kuantitas, serta tidak boleh melakukan pengembangan," kata Fachir saat ditemui usai acara Dialog dan Konsultasi Regional Mengenai NPT, di Gran Melia Hotel, Jakarta, Rabu 21 Maret 2018.
 
"Jika negara pemilik nuklir melakukan itu, maka hal tersebut adalah pelanggaran," imbuhnya.
 
Beberapa waktu lalu Presiden Rusia Vladimir Putin sempat mengatakan pihaknya akan memperkuat kekuatan militer mereka. Hal ini termasuk dengan mengembangkan rudal hypersonik yang dapat membawa hulu ledak nuklir.
 
Sementara itu, AS juga lebih dulu mengumumkan rencana mengembangkan kekuatan nuklir mereka. Presiden Donald Trump mengatakan pengembangan ini untuk melindungi negaranya dari setiap ancaman.


(FJR)