Skenario Berbeda untuk Pemindahan Kedubes AS di Israel

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 18 Jan 2018 09:34 WIB
israel palestinadonald trump
Skenario Berbeda untuk Pemindahan Kedubes AS di Israel
Presiden AS Donald Trump pastikan pemindahan kedubes tidak dalam waktu cepat (Foto: AFP).

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah bahwa rencana pemindahan kedutaan besar AS di Israel ke Yerusalem akan terwujud dalam waktu satu tahun. Hal itu seperti yang diharapkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

"Kita belum benar-benar membuat perkiraan soal itu," kata Trump, seperti dikutip AFP, Kamis 18 Januari 2018.

Bagi Trump pemindahan kedubes pada akhir tahun sulit untuk diwujudkan.  Menurutnya jadwal itu hanya untuk sementara dan berbicara soal skenario berbeda.

Ucapan dari Trump itu membantah pernyataan Netanyahu yang menyebut pemindahan Kedutaan AS ke Yerusalem akan lebih cepat. Dalam kunjungannya ke India, Netanyahu menyebut hal ini membutuhkan waktu hingga satu tahun ke depan. 

"Menurut penilaian kuat saya, (pemindahan) itu akan berlangsung lebih cepat dibandingkan yang kalian perkirakan, (yaitu) dalam waktu satu tahun dari sekarang," kata Netanyahu.

Trump, pada awal Desember 2017 membalikkan kebijakan yang telah dianut Amerika Serikat selama berpuluh-puluh tahun dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Ia juga memulai proses untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv.

Keputusan Trump itu mengancam upaya perdamaian Timur Tengah serta membuat marah dunia Arab dan sejumlah negara Barat sekutu AS. 

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan, pemindahan kedutaan kemungkinan akan selesai paling cepat dalam waktu tiga tahun. Namun target itu juga dinilai terlalu ambisius. 

Kerangka waktu tersebut diungkapkan oleh para pejabat pemerintahan berdasarkan perkiraaan menyangkut logistik dalam mendapatkan dan mengamankan lokasi serta menyediakan perumahan bagi para diplomat AS.

Yerusalem merupakan tempat suci bagi kaum Muslim, Yahudi, dan Kristen. Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan. Yerusalem Timur direbut Israel dalam perang Arab-Israel pada 1967 dan dicaplok Israel, tindakan yang tidak diterima dunia internasional.


(AGA)