Venezuela Resmi Pimpin Gerakan Non-Blok

Fajar Nugraha    •    Kamis, 15 Sep 2016 11:51 WIB
ktt gnb
Venezuela Resmi Pimpin Gerakan Non-Blok
Menlu Iran Javad Zarif dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro jelang KTT GNB (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Caracas: Venezuela yang kini menjadi tuan rumah KTT Gerakan Non-Blok (GNB), resmi memegang keketuaan bergilir GNB pada 14 September.
 
"Upacara resmi pengalihan keketuaan dari Iran (kepada Venezuela) akan berlangsung pada Sabtu 17 September," pernyataan Pemerintah Venezuela, seperti dikutip AFP, Kamis (15/9/2016).
 
Sementara KTT GNB ke-17 sudah dibuka pada Selasa 14 September di Pulau Margarita, Venezuela. Delegasi dari 120 negara pun akan berpartisipasi dalam pertemuan ini.
 
KTT Ini sendiri akan rampung pada 18 September dengan deklrasi akhir yang akan dibacakan pada saat penutupan. Sebagai Ketua GNB, Venezuela akan mengetengahkan beberapa isu dalam pertemuan ini.
 
"Venezuela akan mempromosikan pembangunan orde baru dunia yang tidak hanya melibatkan bidang ekonomi dan sosial, tetapi juga dalam bidang informasi," pernyataan Menteri Luar Negeri Venezuela, Delcy Rodriguez.
 
Venezuela dan anggota GNB lainnya menyadari bahwa raksasa media Barat mengendalikan pemberitaan dan hiburan secara penuh. Mereka juga dianggap menunjukan sikap bias dari pemerintahan Barat.
 
Wapres Jusuf Kalla akan sampaikan harapan Indonesia terkait GNB
 
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan menghadiri KTT Gerakan Non Blok (GNB). Wapres pun akan menyampaikan pernyataan di General Debate GNB.
 
"Wapres akan sampaikan posisi Indonesia dan harapan-harapan kita ke depan," ujar Direktur Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang Kemenlu, Arko Hananto, di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2016).


 
Gerakan yang memilih untuk tidak mendukung blok negara besar ini akan menghasilkan dua hasil yang konkret. Dokumen final isinya diperkirakan akan dipenuhi isu-isu politik kawasan dan global serta aspek dan isu-isu pembangunan.
 
Yang kedua adalah Margarita Declaration dan ada juga deklarasi terkait dengan dukungan terhadap Palestina. Selain itu Indonesia akan menyampaikan bahwa negara-negara anggota GNB harus menyatukan prinsip-prinsip untuk lebih mengembangkan gerakan ini.



(FJR)