Polwan Penembak Warga Kulit Hitam AS, Didakwa dengan Pembunuhan

Arpan Rahman    •    Jumat, 23 Sep 2016 11:30 WIB
penembakan as
Polwan Penembak Warga Kulit Hitam AS, Didakwa dengan Pembunuhan
Terence Crutcher menjadi korban kebrutalan polisi AS (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Tulsa: Anggota polisi Amerika Serikat (AS) yang menembak mati seorang warga kulit hitam, akhirnya dijatuhi dakwaan. 
 
Perwira polisi Betty Shelby didakwa dengan kejahatan pembunuhan di tingkat pertama. Hal itu diungkapkan Jaksa Wilayah Distrik Tulsa County, Steve Kunzweiler, kepada wartawan, Kamis, 22 September atau Jumat 23 September waktu Indonesia. Shelby menembak Terence Crutcher, 40, setelah mobil SUV-nya berhenti di tengah jalan, pekan lalu.
 
"Kami sudah meninjau fakta-fakta dari beberapa tuduhan. Menjadi tanggung jawab kita untuk menentukan apakah pengajuan tuntutan pidana dibenarkan menurut hukum," kata Kurnzweiler seperti dikutip CNN, Jumat (23/9/2016). 
 
Ditambahkan, surat perintah penangkapan telah dikeluarkan untuk Shelby dan rencananya dia akan menyerahkan diri. Namun belum dapat dipastikan kapan dia muncul.
 
Isi pengaduan pidana menyebutkan, ketakutan Shelby mengakibatkan tindakan tidak masuk akal yang menyebabkan dia menembak Crutcher. Dia dituduh secara tidak sah dan tidak perlu menembak, setelah pria itu tidak mematuhi perintahnya yang sah.


Penembakan yang terjadi terhadap Terence Crutcher (Foto: AFP)
 
 
Para pengacara keluarga Crutcher mengatakan, mereka gembira karena dakwaan atas petugas itu telah terpenuhi dan mereka akan menguatkan tuntutan dalam kasus ini agar menghasilkan hukuman. 
 
Pengacara yang diwakili oleh Damario Solomon-Simmons saat konferensi pers juga menyatakan terima kasih kepada Departemen Kepolisian Tulsa.
 
"Ini adalah kemenangan kecil," kata Tiffany, saudara kembar mendiang Crutcher, kepada wartawan.
 
"Rantainya putus di sini. Kita akan memutus rantai kebrutalan polisi. Kami tahu sejarah," tambahnya. 
 
Menurut Susan Witt, petugas informasi publik untuk kantor jaksa wilayah, kemungkinan hukuman untuk kasus pembunuhan tingkat pertama di Oklahoma adalah empat tahun penjara.
Polwan Betty Shelby yang menembak Terence Crutcher (Foto: CNN)
 
 
CNN mencoba menghubungi Scott Wood, pengacara Shelby, namun belum menerima tanggapan. Awal pekan ini, Wood mengatakan kliennya berpikir Crutcher bertingkah aneh dan mengabaikan perintah, dan bahwa Shelby takut pria itu akan mengambil senjata.
 
Beberapa kamera polisi, termasuk yang dipasang di mobil patroli dan helikopter, merekam gambar penembakan Crutcher. Dalam tayangan tersebut, Crutcher terlihat dengan tangan terangkat di atas kepalanya sebelum kematiannya. Dia sedang berjalan pergi dari Shelby menuju mobilnya.
 
Tak satu pun dari tayangan itu menunjukkan apakah jendela kendaraan Crutcher terbuka atau tertutup. Tidak ada senjata yang ditemukan di dalam mobilnya.
 
Kalangan aktivis merencanakan unjuk rasa, Kamis malam, di Tulsa. Dalam cuitan kelompok WethePeopleOklahoma tertulis, "Ada pekerjaan yang masih harus dilakukan."
 
"Saat ini tidak ada informasi yang kredibel bahwa salah satu pertemuan, protes, atau unjuk rasa akan menjadi apa pun selain damai," demikian pernyataan di laman Facebook Departemen Kepolisian Tusla.
 
Pihak departemen sedang mewaspadai beberapa demonstrasi di daerah Tulsa.
 
Segenap kewaspadaan itu dimulai setelah  panggilan darurat 911, Jumat 16 September, dari seorang wanita mengatakan sebuah mobil yang ditinggalkan pengemudi menghalangi jalannya dan seorang pria melarikan diri. Pria itu memperingatkan bahwa mobil itu akan meledak, kata si penelepon.
 
Shelby adalah perwira pertama yang tiba di tempat kejadian, meskipun tidak menanggapi panggilan 911 itu. Pengacaranya mengatakan, dia sedang dalam perjalanan memenuhi panggilan minta bantuan atas sebuah kekerasan dalam rumah tangga saat melihat Crutcher.



(FJR)

Hillary Clinton Janjikan Biaya Kuliah Gratis

Hillary Clinton Janjikan Biaya Kuliah Gratis

13 hours Ago

Dalam kampanyenya bersama Bernie Sanders, Calon Presiden Amerika Serikat Hillary Clinton menyatakan…

BERITA LAINNYA