KTT II Donald Trump - Kim Jong-un di Vietnam

Willy Haryono    •    Rabu, 06 Feb 2019 12:12 WIB
korea utaradonald trumpAmerika Serikat-Korea Utara
KTT II Donald Trump - Kim Jong-un di Vietnam
Presiden AS Donald Trump dalam pidato kenegaraan State of the Union di US Capitol, Washington, 5 Februari 2019. (Foto: AFP/POOL/DOUG MILLS)

Washington: Konferensi Tingkat Tinggi kedua antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un akan digelar di Vietnam pada akhir Februari ini. Konfirmasi tersebut disampaikan langsung Trump dalam pidato kenegaraan State of the Union di US Capitol, Washington, Selasa 5 Februari 2019.

KTT pertama Trump dan Kim berlangsung di Singapura pada Juni tahun lalu. Kala itu, keduanya sepakat akan berusaha bersama-sama dalam mewujudkan Semenanjung Korea yang bebas senjata nuklir.

"Jika saya tidak terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat, menurut saya saat ini kita sedang berperang dengan Korea Utara," ungkap Trump, seperti dikutip dari media Guardian.

Menurutnya, KTT perdana dengan Kim telah melahirkan banyak hasil positif. "Para tawanan kita sudah pulang ke rumah, uji coba nuklir terhenti dan tidak ada lagi peluncuran misil (Korut) dalam kurun waktu lebih dari 15 bulan ke belakang," sebut Trump.

"Masih banyak yang harus dilakukan terkait hal ini, tapi hubungan saya dengan Kim Jong-un berjalan baik. Ketua Kim dan Saya akan bertemu lagi pada 27 dan 28 Februari di Vietnam," sambung dia.

Trump tidak menyebutkan secara spesifik lokasi pasti KTT kedua di Vietnam. Namun menurut laporan CNN, dua kota yang dipertimbangkan adalah Hanoi dan Danang.

Dalam tur yang sama ke Asia nanti, Trump dijadwalkan bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping. Ia berharap dapat mencapai perjanjian dagang dengan Xi sebelum tanggal 1 Maret, yang merupakan tenggat waktu yang telah ditetapkan kedua negara terkait ancaman perang dagang.

Utusan khusus AS untuk Korut, Stephen Biegun, dijadwalkan terbang ke Pyongyang pekan ini untuk mengkoordinasikan KTT kedua. Ia ingin memastikan pertemuan lanjutan Trump dan Kim dapat menelurkan hasil konkret, tidak seperti KTT pertama.

Baca: Dokumen Tanda Berakhirnya Pertemuan Trump-Kim Jong-un

Sementara itu, laporan tim panel ahli PBB menyatakan bahwa program nuklir dan misil Korut masih berjalan. Dalam laporan itu, Pyongyang disebut menggunakan bandara sipil dan fasilitas publik lainnya untuk merakit misil.

Pemerintahan Trump telah menjadi garda terdepan di PBB dalam menjatuhkan serangkaian sanksi ekonomi terhadap Korut atas uji coba nuklir dan peluncuran misil pada 2017.
 
Namun berdasarkan laporan panel PBB, Korut masih melakukan pembelian ilegal minyak dan bahan bakar serta menjual batu bara via jaringan kapal-kapal di lautan. "Rangkaian pelanggaran ini membuat sanksi AS tidak efektif," kata laporan tersebut.


(WIL)