Baku Hantam Pecah antar Pendukung dan Oposisi Trump

Willy Haryono    •    Minggu, 16 Apr 2017 10:30 WIB
pemerintahan as
Baku Hantam Pecah antar Pendukung dan Oposisi Trump
Pendukung dan oposisi Trump berkelahi di Berkeley, California, AS, 15 April 2017. (Foto: Reuters/Stephen Lam)

Metrotvnews.com, California: Baku hantam pecah antar pendukung dan oposisi dari Presiden Donald Trump yang menggelar acara terpisah di Berkeley, California, Amerika Serikat, Sabtu 15 April 2017. 

Perkelahian kedua kubu diwarnai pelemparan botol dan kaleng minuman dari barikade yang memisahkan mereka. Polisi terpaksa menggunakan sebuah bahan peledak di tengah kekacauan demi melerai massa.

Seorang reporter Reuters mengaku melihat sejumlah orang yang wajahnya terluka dan mengalami luka-luka. Otoritas setempat belum merilis angka korban perkelahian. 

Kericuhan dimulai saat ratusan oposisi Trump menggelar unjuk rasa balasan aksi aksi bertajuk "Patriot Day" yang didominasi pendukung sang presiden. 

Menurut estimasi Reuters, sekitar 500 hingga 1.000 berkumpul di taman Berkeley saat unjuk rasa mencapai puncaknya. 

Beberapa oposisi Trump mengenakan pakaian hitam dan memakai topeng. Kubu lawan yang mendukung Trump menyebut diri mereka sebagai "patriot" dan "nasionalis."

Darly Tempesta, 52, yang mengaku pernah menjadi anggota Angkatan Udara AS di akhir Perang Dingin, datang ke acara untuk menunjukkan dukungannya terhadap Trump. 

"Sebagai veteral, saya senang dengan Amerika saat ini, dan Trump bersedia berdiri tegak dan mengatakan bahwa kita ini masih Amerika dan tidak akan menjadi globalis, tidak akan menjadi negara komunis," ungkap Tempesta. 

Sedikitnya 100 orang dari kedua kubu keluar dari taman dan pergi ke persimpangan utama di California. Di sana, kedua kubu berkelahi, melayangkan tinju dan adu mulut. 

Berkeley memiliki sejarah liberalisme, dan Universitas California pernah menjadi pusat protes pada 1960-an.


(WIL)