Debat Capres AS 2016

Clinton Ingin Jadi Presiden untuk Semua Kalangan di AS

Willy Haryono    •    Senin, 10 Oct 2016 08:35 WIB
pemilu as
Clinton Ingin Jadi Presiden untuk Semua Kalangan di AS
Hillary Clinton dalam debat kedua capres AS di Washington University, St Louis, AS, 9 Oktober 2016. (Foto: AFP/Gary He/EPA)

Metrotvnews.com, St Louis: Hillary Clinton memulai debat kedua calon presiden Amerika Serikat dengan menjawab pertanyaan seorang penonton, "apakah tingkah lalu kandidat dua capres saat ini sudah memberikan contoh yang baik bagi anak muda di Negeri Paman Sam?"

Clinton menjawab dengan menyebutkan slogan kampanye, yakni 'stronger together' atau 'lebih kuat bersama.' Menurut Clinton, AS adalah negara yang kuat karena warganya saling menghormati dan menghargai perbedaan serta keberagaman. 

"Saya sangat optimistis mengenai apa yang bisa kita lakukan bersama," ungkap Clinton di Washington University, St Louis, Minggu (9/10/2016). 

"Besar harapan saya kita semua bisa bersama-sama dalam kampanye ini. Saya berharap bisa memenangkan suara Anda. Saya ingin menjadi presiden untuk semua kalangan di Amerika," sambung dia. 

Donald Trump diberi kesempatan menjawab oleh dua moderator debat, Anderson Cooper dari CNN dan jurnalis ABC, Martha Raddatz. Berbeda dari sebelumnya, Trump tidak menyerang Clinton. 

"Saya setuju dengan semua yang dia katakan tadi," tutur Trump. "Saya memulai kampanye ini karena saya lelah melihat hal-hal bodoh yang terjadi di negara ini. Konsep saya adalah Membuat Amerika Kembali Hebat," tambah dia.

Setelah menjelek-jelekkan program kesehatan Obamacare yang dirintis Presiden Barack Obama, Trump keluar dari pertanyaan dan malah menyinggung sektor perdagangan AS serta penembakan dua polisi di California pada Sabtu pekan lalu.

Dalam debat kedua, Trump membawa tiga wanita yang mengaku pernah dilecehkan Bill Clinton, suami dari Hillary. Ia juga membawa satu wanita lagi yang mengaku pernah diperkosa di masa lalu. Ketika itu, saat Hillary menjadi pengacara di usia 27, ia disebut membela pemerkosanya. 

Dibawanya keempat wanita itu diduga merupakan usaha Trump dalam menyerang Clinton dan membela diri dari skandal video yang muncul Jumat kemarin. Dalam video yang dirilis The Washington Post itu, Trump mengeluarkan serangkaian pernyataan yang merendahkan wanita. 

 


(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

4 hours Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA