ISIS Klaim Bertanggungjawab Atas Serangan Teror di New York

Fajar Nugraha    •    Jumat, 03 Nov 2017 13:56 WIB
amerika serikatpenyerangan
ISIS Klaim Bertanggungjawab Atas Serangan Teror di New York
Sayfullo Saipov mengaku terinspirasi ISIS (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, New York: Kelompok militan Islamic State (ISIS), mengklaim bertanggungjawab atas serangan teroris di New York, Amerika Serikat (AS). 
 
Klaim tersebut disampaikan oleh ISIS melalui publikasi mingguan mereka, al-Naba. 
 
 
"Pada Selasa 31 Oktober, salah satu prajurit dari Islamic State menyerang beberapa warga di jalanan New York City. Serangan berdekatan dengan monumen 9/11 dan menewaskan dan melukai sekitar 60 orang," klaim ISIS melalui al-Naba, seperti dikutip AFP, Jumat 3 November 2017.
 
Tidak jelas mengapa ISIS bisa mengklaim bahwa ada 60 orang tewas atau terluka. Padahal serangan itu menyebabkan delapan orang tewas dan 12 lainnya terluka.
 
Menurut al-Naba, pelaku serangan yang diketahui warga negara Uzbekistan bernama Sayfullo Saipov, dianggap sebagai prajurit mereka. Akibat serangan dari Saipov, warga Amerika pun diklaim mereka merasa ketakutan.
 
"Operasi yang dilakukan sudah memicu ketakutan di Amerika. Hal ini memaksa mereka meningkatkan keamanan dan mengintensifkan tindakan terhadap imigran yang 
masuk," imbuh klaim tersebut.
 
Kepolisian New York menyebutkan Saipov sengaja menyewa truk dan mengendarainya ke arah pedestrian di lower Manhattan pada pukul 3.00 sore. Dia menabrak lebih dari 20 orang.
 
Saipov juga meninggalkan tulisan tangan dalam bahasa Arab di lokasi kejadian, yang bertuliskan bahwa 'ISIS akan tetap bertahan'.
 
 
"Dia melakukan ini atas nama ISIS dan kami menemukan bukti di lokasi kejadian yang mengindikasikan hal tersebut," tutur Deputi Komisaris NYPD untuk intelijen dan kontraterorisme, John Miller.
 
Miller menyebutkan bahwa ada instruksi yang disebut pihak ISIS di sosial media. Instruksi itu juga memberikan petunjuk bagaimana melakukan serangan.
 
Presiden AS Donald Trump bereaksi keras atas serangan ini. Dirinya menuntut agar Saipov dihukum mati.



(FJR)