Trump Dicurigai Senat Akan Jual Teknologi Nuklir ke Saudi

Fajar Nugraha    •    Rabu, 20 Feb 2019 09:37 WIB
nukliras-arab saudidonald trumppemerintahan as
Trump Dicurigai Senat Akan Jual Teknologi Nuklir ke Saudi
Presiden AS Donald Trump diduga akan jual teknologi nuklir ke Arab Saudi. (Foto: AFP).

Washington: Partai Demokrat menyelidiki kemungkinan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mempercepat transfer teknologi nuklir ke Arab Saudi.

Anggota Kongres AS dari Partai Demokrat saat ini akan mencari tahu apakah Trump menjual teknologi nuklir yang sensitif ke Arab Saudi. Penjualan itu diguga untuk para perusahaan yang ingin mendapat untung besar.

Ketua Komite Pengawasan dan Reformasi Kongres AS Elijah Cummings meminta Gedung Putih untuk mengembalikan dokumen yang terkait pertemuan antara menantu Trump, Jared Kushner dengan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman.  Pertemuan terjadi dua bulan sebelum Trump menjabat sebagai Presiden AS.

Menurut Cumming banyak pelapor memperingatkan konflik kepentingan yang dapat berimplikasi pada undang-undang pidana federal. Sebuah laporan awal oleh komite mengatakan bahwa kepentingan komersial swasta yang kuat telah menekan secara agresif untuk mentransfer teknologi sensitif.

"Entitas komersial ini akan meraup miliaran dolar melalui kontrak yang terkait dengan pembangunan dan pengoperasian fasilitas nuklir di Arab Saudi. Tampaknya telah berhubungan erat dan berulang kali dengan Presiden Trump dan pemerintahannya hingga hari ini," kata Cummings, seperti dikutip AFP, Rabu, 20 Februari 2019.

Amerika Serikat tidak dapat secara legal mentransfer teknologi nuklir ke negara-negara tanpa mencapai apa yang disebut perjanjian Pasal 123, yang memberikan jaminan penggunaan energi secara damai.

Komite DPR menyuarakan kekhawatiran bahwa Arab Saudi dapat mengubah pengetahuan AS menjadi bom nuklir. Hal ini meningkatkan ketegangan yang sudah parah dengan saingan regional Iran.

Komite itu mengatakan bahwa pendukung utama pembangunan pembangkit nuklir di Arab Saudi adalah IP3 International. Ini adalah sebuah perusahaan yang anak perusahaannya pada tahun 2016 terdaftar memasukkan nama pensiunan Letnan Jenderal Angkatan Darat Michael Flynn, sebagai penasihat.

Flynn sempat menjabat sebagai penasihat keamanan nasional Trump sebelum mengundurkan diri karena berbohong tentang komunikasi rahasia dengan Rusia. Flynn saat ini sudah divonis dan tengah menunggu hukuman.

“Pemerintahan Trump dalam minggu pertama mencoba untuk bergegas melalui persetujuan tawaran IP3 untuk membangun pembangkit nuklir di Arab Saudi sampai seorang penasihat hukum memutuskan bahwa Flynn memiliki konflik kepentingan,” kata komite tersebut, mengutip pelapor.

Tetapi pengaruh IP3 tampaknya belum berakhir, dengan komite menyuarakan peringatan di laporan Axios bahwa Trump secara pribadi bertemu dengan perwakilan perusahaan di antara perusahaan-perusahaan lain baru minggu lalu.

Pendukung utama transfer teknologi nuklir ke Arab Saudi ini, antara lain adalah Thomas Barrack, seorang pengusaha yang mengorganisir pelantikan Trump. Dia baru-baru ini menarik kontroversi karena mengecilkan arti pembunuhan Arab Saudi atas Jamal Khashoggi, jurnalis pengkritik Kerajaan Arab Saudi yang berbasis di AS.


(FJR)


Pilpres AS, Sanders Mulai Kampanye di Brooklyn

Pilpres AS, Sanders Mulai Kampanye di Brooklyn

2 weeks Ago

Bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Bernie Sanders memulai kampanye di tempat…

BERITA LAINNYA