AS Kirim Pasukan Darat ke Somalia

Willy Haryono    •    Minggu, 16 Apr 2017 09:47 WIB
konflik somalia
AS Kirim Pasukan Darat ke Somalia
Helikopter jenis Black Hawk milik AS. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Washington: Amerika Serikat (AS) mengirim pasukan darat ke Somalia untuk kali pertama sejak 1993, di mana 18 anggota pasukan khusus tewas saat melawan milisi di Mogadishu. Peristiwa kala itu didramatisasi dalam film berjudul Black Hawk Down.

Seorang juru bicara militer AS mengatakan puluhan prajurit dari 101st Airborne Divison akan melatih pasukan Somalia agar lebih kompeten dalam melawan al Shabaab, grup ekstremis terafiliasi al Qaeda. 

"Untuk keamanan operasional, kami tidak akan mendiskusikan secara spesifik atau berspekulasi mengenai aktivitas atau operasi di masa mendatang," ucap dia, seperti dikutip Telegraph, Sabtu 15 April 2017. 

Bulan lalu, Presiden Donald Trump menandatangani rencana Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) untuk meningkatkan operasi melawan al Shabaab, termasuk memperbanyak jumlah serangan udara. 

Mengirim pasukan ke Somalia adalah pertanda baru dari pendekatan intervensi Trump, yang semasa kampanye mengkritik langkah pemerintahan Barack Obama yang dinilainya kurang bertindak dalam sejumlah konflik asing. 

Sejauh ini terkait konflik asing, Trump telah memerintahkan peluncuran misil di Suriah, memasuki Semenanjung Korea untuk menghadapi ancaman nuklir dan misil Korea Utara, serta menjatuhkan bom terbesar untuk menghancurkan sejumlah goa yang digunakan militan Islamic State (ISIS) lokal di Afghanistan. 

Somalia sudah dilanda perang sejak 1991. Pemerintahnya bergantung pada dukungan negara-negara asing serta 22 ribu prajurit Uni Afrika. 

Meski al Shabaab sudah kehilangan banyak wilayah sejak diusir dari Mogadishu pada 2011, para militannya masih bisa melancarkan serangan dari waktu ke waktu.


(WIL)


Grup Amal Texas Tampung 30 Imigran yang Ditahan AS

Grup Amal Texas Tampung 30 Imigran yang Ditahan AS

6 hours Ago

Para imigran itu ditampung usai otoritas AS mencabut dakwaan hukum atas tuduhan memasuki wilayah…

BERITA LAINNYA