Trump Sebut Imigran Suriah 'Kuda Trojan' Berbahaya

Willy Haryono    •    Rabu, 21 Sep 2016 11:23 WIB
pemilu as
Trump Sebut Imigran Suriah 'Kuda Trojan' Berbahaya
Capres AS Donald Trump tiba di Kenansville, North Carolina, 20 September 2016. (Foto: AFP/MANDEL NGAN)

Metrotvnews.com, North Carolina: Sikap keras calon presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap keimigrasian usai terjadinya ledakan bom di New York dan New Jersey kembali memicu kontroversi. 

Trump menyebut para imigran asal Suriah sebagai 'kuda Trojan' berbahaya jika dibiarkan masuk begitu saja ke Negeri Paman Sam. 

Sejumlah survei terbaru menunjukkan sebagian besar pendukung Partai Republik setuju dengan Trump, termasuk rencananya melarang sementara semua Muslim untuk masuk ke AS. Belakangan, Trump menghindari menyerang Muslim secara langsung, dan mengatakan hanya akan mewaspadai imigran atau orang-orang yang datang dari negara rentan terorisme, seperti Suriah. 

Menurut Trump, otoritas keimigrasian AS belum menemukan metode tepat untuk menyaring para imigran asal Suriah dengan baik. 

"Kita semua ingin memastikan hanya menerima orang-orang yang mencintai negara kita," tutur Trump dalam pidato di High Point University di North Carolina, seperti dikutip AFP, Selasa (20/9/2016). 

"Sudah merupakan fakta gamblang bahwa sistem keimigrasian kita saat ini belum dapat mengetahui secara pasti cara pandang seseorang yang masuk ke negara kita. Kita Tidak tahu mereka itu siapa, apa yang mereka pikirkan," tambah pengusaha real-estate itu. 

Seperti sebelum-sebelumnya, Trump kembali menyerang capres asal Partai Demokrat Hillary Clinton. Ia mengecam kebijakan "perbatasan terbuka" yang diterapkan saat Clinton menjadi mengeri luar negeri. 

"Semua tragedi terkait ISIS terjadi di bawah pengawasan Hillary Clinton. Kinerja dan pengambilan keputusannya sangat buruk," ucap Trump, merujuk pada kelompok militan Islamic State. "Semua serangan dia terhadap saya semata untuk menutupi catatan buruknya yang telah melepas grup para penjahat itu kepada kita."

Berdasarkan survei terbaru SBS/New York Times, keimigrasian bukanlah isu utama yang ada di pikiran masyarakat AS. Belum diketahui apakah Trump dapat menggunakan isu tersebut untuk merayu para pemilih yang belum menentukan pilihannya (undecided voters). 

Dua isu utama yang ada dalam benak masyarakat AS, berdasarkan SBS/New York Times, adalah keamanan nasional dan perang melawan terorisme.

Pengungsi Suriah dan Permen Asam

Anak Trump, Donald Trump Jr, semakin menyulut kontroversi setelah menyamakan para pengungsi Suriah dengan semangkuk permen asam (Skittle). 

"JIka saya punya semangkut permen Skittle, dan tiga di antaranya dapat membunuh Anda, apakah Anda akan memakannya? Itulah masalah pengungsi Suriah yang sedang kita hadapi," tulis Donald Trump Jr di akun Twitter. 


Anak Trump menyamakan pengungsi Suriah dengan permen. (Foto: Twitter)

Dari pernyataan tersebut, Trump Jr menegaskan bahwa terlalu berisiko untuk menerima pengungsi Suriah, karena bisa saja ada satu atau dua 'oknum' yang membaur di antara mereka. 

Wrigley, perusahaan pembuat permen merek Skittle, mengkritik ucapan Trump Jr. "Skittle adalah permen. Pengungsi adalah manusia. Kami rasa itu bukan analogi yang pantas," ujar pernyataan resmi Wrigley. 

Presiden Barack Obama telah meningkatkan kuota penerimaan imigran Suriah ke AS. Clinton mendukung kebijakan keimigrasian Obama. 

"Kita tidak seharusnya panik dan mengusulkan proposal ekstrem yang tidak akan efektif yang malah membuat kita tidak menjadi diri sendiri. Itulah yang diinginkan para teroris," ungkap Clinton. 

Sementara itu mantan Presiden George H.W. Bush disebut-sebut akan memilih Clinton dalam pemilihan umum pada November mendatang. "Presiden mengatakan kepada saya dia akan memilih Hillary!" tulis keponakan presiden John F. Kennedy, Kathleen Kennedy Townsend.


(WIL)