AS Beri Ucapan Selamat Atas Keberhasilan Irak Rebut Mosul dari ISIS

Fajar Nugraha    •    Selasa, 11 Jul 2017 14:58 WIB
amerika serikatisis
AS Beri Ucapan Selamat Atas Keberhasilan Irak Rebut Mosul dari ISIS
Menlu AS Rex Tillerson beri selamat atas Irak yang berhasil kalahkan ISIS di Mosul (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson memberikan penghargaan atas pasukan Irak yang membebaskan kota Mosul dari kelompok Islamic State (ISIS).
 
Sebelumnya, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi secara resmi mengumumkan kemenangan atas ISIS di Mosul. Abadi kemudian mengibarkan bendera nasional Irak setelah kekalahan ISIS.
 
 
"Atas nama Presiden Donald Trump dan rakyat Amerika, saya memberikan selamat kepada Perdana Menteri Abadi dan seluruh rakyat Irak atas kebebasan Mosul. Ini adalah batu loncatan penting dalam perangan melawan ISIS dan menunjukkan kesuksesan upaya internasional yang dipimpin oleh pasukan Irak," ujar Menlu AS Rex Tillerson dalam keterangan tertulis Kemenlu AS, yang diterima Metrotvnews.com, Selasa 11 Juli 2017.
 
"Kami menghargai pengorbangan dari pasukan keamanan dan rakyat Irak dan juga milisi Kurdi Peshmerga dalam meraih kemerdekaan. Belasungkawa ditujukan kepada banyak nyawa yang hilang dalam operasi ini," imbuh Tillerson.
 
Tillerson melanjutkan, pendudukan brutal di Mosul telah meneror dan membunuh ribuan warga sipil. "ISIS juga menggunakan masjid, sekolah dan rumah sakit sebagai fasilitan pembuatan bom dan baru-baru ini, kekuatan mereka telah menghancurkan masjid bersejarah, Al-Nuri dan menara Al-Hadba," tegas Tillerson.
 
Namun Tillerson mengingatkan bahwa masih pekerjaan yang harus dilakukan pasca kekalahan ISSI di Mosul. Koalisi global menurutnya akan melanjutkan kerja sama dengan Irak guna memastikan bahwa ISIS dikalahkan dan sisa-sisanya bisa keluar dari Irak.


Pasukan Irak rayakan kemenangan atas ISIS (Foto: AFP).
 
Amerika Serikat mendukung pasukan Irak untuk merebut kembali kota itu sejak 17 Oktober tahun lalu.
 
ISIS menduduki Mosul pada Juni 2014, sebelum menyapu sebagian besar wilayah Arab Sunni di Irak dan mendeklarasikan "kekhilafahan" yang meliputi Irak dan Suriah.
 
Pejuang Peshmerga Kurdi, milisi Arab Sunni dan Syiah, didukung pesawat tempur koalisi pimpinan AS dan para penasihat militer, terlibat dalam pertempuran.
 
Pada Sabtu 9 Juli 2017, para militan ISIS bertahan ketat di daerah kecil di dekat Kota Tua Mosul. Televisi pemerintah mengatakan bahwa militer Irak diperkirakan dapat mengambil kendali penuh Mosul dalam beberapa jam.

(FJR)