Lepas dari Tuduhan Korupsi, Pengadilan Bebaskan Presiden Brasil

Arpan Rahman    •    Sabtu, 10 Jun 2017 21:04 WIB
presiden brasil
Lepas dari Tuduhan Korupsi, Pengadilan Bebaskan Presiden Brasil
Presiden Brasil Michel Temer telah dibebaskan dari dakwaan korupsi (Foto: Reuters).

Metrotvnews.com, Rio de Janeiro: Presiden Brasil Michel Temer telah dibebaskan dari dakwaan menerima dana kampanye ilegal dalam pemilu 2014. Keputusan pengadilan ini memungkinkannya untuk tetap menjabat.
 
Pengadilan pemilu tertinggi negara tersebut, yang dikenal sebagai TSE, menghasilkan voting 4-3, pada Jumat 9 Juni, untuk membebaskan Temer atas tuduhan menerima sumbangan ilegal saat menjadi pasangan Presiden Dilma Rousseff yang dipecat tiga tahun lalu.
 
Keputusan tersebut memberi Temer kesempatan bernapas. Namun tidak akan mengakhiri krisis politik yang menyelimuti pemimpin sayap kanan yang terjepit. 
 
Temer sedang diselidiki secara terpisah oleh jaksa federal karena korupsi, mengganggu keadilan, dan pemerasan sebagai bagian dari penyelidikan anti-korupsi yang luas.
 
"Kami tidak bisa mengganti presiden setiap saat, bahkan jika orang-orang menginginkannya," kata Gilmar Mendes, hakim ketua TSE, seperti dilansir Al-Jazeera, Jumat 9 Juni 2017.
 
"Ada fakta terbukti serius tapi tidak cukup untuk membatalkan mandatnya," bubuhnya.
 
Mendes, yang mendukung pemakzulan Rousseff, juga mengatakan bahwa negara tersebut seharusnya tidak mengharapkan pengadilan untuk menyelesaikan krisis politik saat ini.
 
Putusan tersebut menghindari pembatalan kemenangan pemilihan Rousseff-Temer 2014 dan pengangkatan presiden dari jabatannya.
 
Temer mulai menjabat tahun lalu, menjanjikan "era baru" bagi Brasil setelah pemecatan Rousseff atas tuduhan mengambil pinjaman negara ilegal untuk menampal lubang anggaran pada 2014.
 
Dalam sebuah keputusan yang menentukan, mayoritas pengadilan yang sama telah memutuskan, pada Kamis 8 Juni, untuk tidak mengizinkan adanya bukti dalam kesaksian permohonan-tawar-menawar dari 77 eksekutif perusahaan konstruksi Odebrecht, yang merupakan pusat skema korupsi politik yang luas.
 
Saksi tersebut mengatakan kepada penyidik ??bahwa mereka menyalurkan jutaan dolar dana ilegal ke pasangan Rousseff-Temer 2014. Tapi kesaksian tersebut dibuat lebih dari setahun setelah permulaan kasus, dan tanpa itu pengacara Temer berpendapat bahwa tidak ada bukti kesalahan.
 
Jaksa Agung Rodrigo Janot menuduh Temer menyetujui pembayaran uang tutup mulut kepada Eduardo Cunha, mantan majelis rendah Kongres, yang dipenjara karena korupsi.
 
Janot telah memerintahkan Temer menjawab 82 pertanyaan secara tertulis pada Jumat malam sebagai bagian dari urusan kasusnya. Alih-alih memenuhi tenggat waktu, pengacara Temer mencap investigasi itu sebagai "komedi", "inkuisisi", dan "kesombongan".
 
Namun analis mengatakan Janot dapat segera beranjak dari penyelidikan saat ini untuk meminta tuntutan resmi.
 
"Masa depan akan sangat sulit bagi Temer, penyelidikan korupsi baru saja dimulai," kata Flavia Bahia, profesor di sekolah hukum CERS, kepada kantor berita Reuters.
 
"Pemerintah tidak bisa memastikan sekutunya lagi," cetusnya.
 
Di bawah konstitusi, majelis rendah harus menyetujui tuntutan apapun sebesar dua pertiga mayoritas sebelum pengadilan dapat dimulai di Mahkamah Agung.
 
Proses persetujuan di Kongres bisa berlangsung lama dan Temer bekerja setiap hari untuk mempertahankan cukup dukungan di kalangan legislator demi mengalahkan segala tuntutan akhirnya.
 
Temer sudah menghadapi demonstrasi anti-pemerintah selama berbulan-bulan mengenai reformasi fiskal dan penyelidikan korupsi yang sedang berlangsung. Banyak orang menyerukan agar dia mundur. Tapi Presiden terus-menerus membantah melakukan kesalahan dan menegaskan bahwa dia tidak akan pernah mengundurkan diri.



(FJR)