Di Ujung Rezim Castro, Kuba Jalani Transisi Politik

Arpan Rahman    •    Selasa, 05 Sep 2017 19:00 WIB
kuba
Di Ujung Rezim Castro, Kuba Jalani Transisi Politik
Fidel Castro (kiri) mendengarkan ucapan adiknya, Raul Castro, di Havana, Kuba, 21 April 2011. (Foto: AFP/ADALBERTO ROQUE)

Metrotvnews.com, Havana: Kuba, Senin 4 September 2017, memulai transisi politik selama lima bulan ke depan, yang diperkirakan akan berujung mundurnya Raul Castro dari kursi presiden. 

Mundurnya Raul akan menyudahi dominasi keluarga Castro dalam sistem perpolitikan Kuba selama hampir 60 tahun.

Selama sisa September, rakyat Kuba akan bergabung dalam sejumlah kelompok kecil untuk mencalonkan wakil-wakil di pemerintahan kota. Ini merupakan tahap pertama dari rangkaian pemungutan suara untuk kedudukan politik lokal, provinsi, dan pejabat nasional.

Pada tahap kedua pemilu, sebuah komisi yang didominasi organisasi terkait pemerintah akan menyeleksi semua kandidat untuk pemilu DPR provinsi dan majelis nasional Kuba.

Majelis nasional diharapkan dapat memilih presiden dan anggota Dewan Negara yang berkuasa pada Februari mendatang. Castro berkata akan meninggalkan kursi kepresidenan pada saat itu. 

Rezim Castro

Namun, Castro diperkirakan masih akan menjadi kepala Partai Komunis walau sudah lengser. Kursi itu memberinya kekuatan yang mungkin sama atau lebih besar dari presiden baru nantinya.

Raul Castro, 86, menjadi presiden pada 2008 dan melancarkan serangkaian reformasi sosio-ekonomi yang lamban dan terbatas. Ia berkuasa usai kakaknya, Fidel, mengundurkan diri karena sakit. Fidel Castro wafat tahun lalu di usia 90 tahun.

Calon Presiden baru Kuba yang sudah lama diharapkan adalah mantan Wakil Presiden pertama Miguel Diaz-Canel, pejabat karier berusia 57 tahun.

Kinerja pemerintah Kuba dinilai sejumlah pihak kurang transparan. Biasanya, publik jarang mendengar pejabat tinggi berbicara, kecuali beberapa pidato tahunan atau pembicaraan yang sudah disunting pada sesi kongres. 

Selain itu, pemerintah Kuba memegang kendali ketat atas media dan internet. Adanya bocoran pertemuan tingkat tinggi atau pidato juga sangat jarang terjadi.


(WIL)

Bersama Membantu Rohingya

Bersama Membantu Rohingya

1 hour Ago

AUNG San Suu Kyi oleh dunia internasional sesungguhnya dinilai memiliki semua prasyarat yang diperlukan…

BERITA LAINNYA