Kebijakan Trump Picu 313 Anak Honduras Terpisah dari Keluarga

Fajar Nugraha    •    Jumat, 13 Jul 2018 11:49 WIB
imigran gelapdonald trump
Kebijakan Trump Picu 313 Anak Honduras Terpisah dari Keluarga
Banyak imigran menyeberang ke Amerika Serikat melalui Meksiko (Foto: AFP).

Tegucigalpa: Sebanyak 313 anak-anak Honduras terpisah dari orangtua mereka, sebagai akibat kebijakan imigrasi yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
 
Kebijakan imigrasi 'nol toleransi' ini telah merugikan banyak pihak. Pihak konsuler Honduras di Amerika Serikat pun berupaya untuk mencari anak-anak imigran setelah pemerintahan Presiden Donald Trump memerintahkan penyatuan kembali keluarga yang telah terpisah.
 
"Ada 313 anak yang terpisah dan sudah diidentifikasi oleh jaringan konsuler selama wawancara dan kunjungan tempat penampungan yang dapat mereka lakukan," ucap pihak staf konsuler urusan perlindungan migran Honduras, Liza Medrano, seperti dikutip AFP, Jumat 13 Juli 2018.
 
Medrano menyebutkan, para keluarga harus dipersatukan kembali pada 26 Juli, dengan pihak berwenang yang bekerja untuk mengumpulkan informasi lengkap tentang anak-anak yang telah diidentifikasi.
 
Dia menambahkan bahwa beberapa orangtua memilih untuk meninggalkan anak-anak mereka di Amerika Serikat dengan orangtua walinya, sementara mereka kembali ke Honduras. Tetapi data ini masih perlu diperbarui.
 
Pemerintah AS mendapat kecaman internasional karena secara paksa memisahkan ribuan keluarga. Sebagian besar dari mereka berasal dari Amerika Tengah dan mencari perlindungan karena kekerasan di negara asal mereka.
 
Tuntutan itu menyebabkan Trump membatalkan kebijakannya, yang diperintahkan sebagai bagian dari upaya untuk mencegah para migran melintas dari perbatasan Meksiko dan masuk ke AS secara ilegal. (Khalisha Firsada)


(FJR)