Dubes AS Cibir Daftar PBB soal Perusahaan Terkait Pemukim Israel

Arpan Rahman    •    Jumat, 02 Feb 2018 11:06 WIB
palestina israel
Dubes AS Cibir Daftar PBB soal Perusahaan Terkait Pemukim Israel
Dubes AS untuk PBB Nikki Haley cibir laporan PBB terkait perusahaan terkait pemukiman Israel (Foto: AFP).

New York: Duta Besar Amerika Serikat (AS) Nikki Haley mengecam sebuah laporan PBB mengenai 206 perusahaan yang memiliki hubungan dengan pemukiman Israel. Ia menyebutnya sebagai pemborosan waktu dan sumber daya serta menunjukkan obsesi anti-Israel.
 
Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia merilis laporan yang tidak menyebutkan nama deret perusahaan tersebut. Namun dapat membuka jalan menuju daftar hitam bisnis, yang ditakutkan pejabat Israel akan menjadi sasaran boikot internasional.
 
"Keseluruhan masalah ini berada di luar batas mandat Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia dan merupakan pemborosan waktu dan sumber daya," kata Haley dalam sebuah pernyataan.
 
Laporan tersebut merupakan tanggapan atas sebuah resolusi yang diadopsi pada 2016 oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Di dalamnya mencakup pembuatan basis data semua perusahaan yang melakukan bisnis dengan permukiman Israel. Menurut PBB permukiman Israel dianggap ilegal menurut hukum internasional.
 
"Sementara kami mencatat bahwa mereka dengan bijak menahan diri untuk tidak mencantumkan perusahaan individual, fakta bahwa laporan tersebut dikeluarkan sama sekali merupakan pengingat lain dari obsesi anti-Israel Dewan," kata Haley.
 
"Amerika Serikat akan terus mendorong secara agresif melawan bias anti-Israel, dan memajukan reformasi Dewan yang sangat dibutuhkan," tambahnya, seperti disitir AFP, Kamis 1 Februari 2018.
 
Dari 206 perusahaan yang ditinjau, 143 berbasis di Israel atau di permukiman, 22 di AS, tujuh di Jerman, lima di Belanda, dan empat di Prancis.
 
Laporan tersebut dijadwalkan akan dirilis tahun lalu, namun berulang kali tertunda. Permukiman Israel dipandang ilegal di bawah hukum internasional dan merupakan hambatan utama bagi perdamaian karena dibangun di atas tanah yang dinilai rakyat Palestina sebagai bagian dari negara mereka kelak.
 
Lebih dari 600.000 pemukim Israel tinggal di Tepi Barat dan mencaplok Jerusalem timur dalam konfrontasi yang hampir sedekat dengan hunian tiga juta orang Palestina.



(FJR)