Korban Longsor Lumpur di California Meningkat Jadi 17 Orang

Arpan Rahman    •    Kamis, 11 Jan 2018 15:59 WIB
amerika serikattanah longsor
Korban Longsor Lumpur di California Meningkat Jadi 17 Orang
Longsor lumpur yang melanda California (Foto: AFP).

California: Tim penyelamat menggunakan anjing dan helikopter demi mencari korban, pada Rabu 10 Januari 2018, karena tanah longsor yang dahsyat menyebabkan setidaknya 17 orang tewas di sebuah komunitas di California selatan. Lokasi itu juga menjadi hunian bagi sejumlah selebriti ternama, termasuk Oprah Winfrey.
 
 
Hujan lebat, pada Selasa 9 Januari 2018, membawa arus lumpur dan puing-puing setinggi pinggang yang mengalir dari perbukitan ke Montecito dan kota-kota lain di Santa Barbara County barat laut Los Angeles. Selagi tempat-tempat tersebut masih dalam pemulihan dari kebakaran hutan yang ganas, bulan lalu.
 
Sedikitnya 25 korban terluka, kata pihak berwenang. Sementara responden pertama dapat mengangkut sekitar 50 warga dan menyelamatkan puluhan lainnya dari lokasi.
 
Penjaga Pantai Amerika Serikat (USCG) merilis rekaman sepasang suami-istri, kedua anak mereka, dan dua anjing yang diboyong dari atap rumah mereka dan naik ke helikopter dengan keranjang.
 
Buldoser membersihkan jalan-jalan dipadati berton-ton lumpur cokelat lengket di Montecito dan kota-kota lain saat para pekerja utilitas memperbaiki pasokan listrik.
 
Pembawa acara dialog TV, Oprah Winfrey, yang telah dipuji pekan ini sebagai kandidat presiden 2020, termasuk di antara mereka yang terkena dampak tanah longsor. Winfrey memasang video dirinya di luar rumahnya di Montecito, mengarungi lumpur dalam-dalam.
 
Di beberapa pemukiman, yang masih memiliki bekas kebakaran, Thomas Fire, rumah-rumah hancur total sedangkan yang lain di dekatnya tidak tersentuh.
 
"Bagian dari masalah ini adalah api menciptakan situasi di mana abunya bisa dicuci," kata Richard Targonia, penduduk Carpinteria di dekat lokasi.
 
"Seandainya kita masih memiliki semua vegetasi di perbukitan, itu tidak akan menjadi masalah," kata Targonia seperti dinukil AFP, Kamis 11 Januari 2018.
 
"Saya sudah tinggal di sini sepanjang hidup saya," kata Melissa Ausanka-Crues, 29, seorang perawat. 
 
"Keluarga saya sudah punya rumah di sini selama 30 tahun dan tidak pernah melihat yang seperti ini," tambahnya.
 
Pembawa acara talk show Ellen DeGeneres adalah penduduk Montecito lainnya yang terkena dampak badai.
 
DeGeneres memasang sebuah gambar di Twitter: dirinya berdiri di samping pohon yang tumbang di dekat rumahnya.
 
"Ini jalan di depan rumah kita," katanya. "Saya belum tahu apa-apa tentang rumah kami. Saya berduka bagi komunitas Montecito."
 
Kagum pada intensitas
 
Sheriff Santa Barbara County Bill Brown mengatakan kepada CBS This Morning bahwa beberapa warga mengabaikan perintah evakuasi.
 
"Saya pikir kebanyakan orang benar-benar terkejut pada tingkat kerusakan dan seberapa besar dampaknya terhadap daerah tersebut," kata Brown.
 
"Meskipun kami tahu ini akan datang, Anda tidak dapat menahan diri untuk takjub akan intensitas badai dan akibat dari tanah longsor dan air yang mengalir menuruni bukit," sambungnya.
 
Jalan-jalan tersumbat di seluruh wilayah dengan semburan lumpur yang mematikan lebih dari 50 kilometer dari 101 Freeway, pada Selasa.
 
Jumlah curah hujan tertinggi tercatat lima sentimeter di Ventura County, menurut Badan Cuaca Nasional AS (NWS).
 
Sebagian besar daerah yang terkena bencana berupa lokasi yang hangus dilalap api yang berkobar beberapa pekan lalu, kebakaran terbesar kedua dalam sejarah California.
 
Perintah evakuasi dikeluarkan di pinggiran Burbank di Los Angeles. Kawasan itu dilanda tanah longsor, yang mendorong mobil-mobil dari jalan masuk dan menghanyutkannya ke hilir.
 
Longsor juga menyebabkan kebocoran gas "signifikan". Sejumlah upaya perbaikan meninggalkan rumah-rumah di pinggir jalan tanpa gas, listrik atau air. Di Bandara Internasional Los Angeles, banjir memaksa penutupan pabean di Terminal 2.
 
Hujan lebih ringan mengguyur di gurun pasir ketimbang di daerah pesisir. Namun curah hujan tersebut mematahkan rekor Palm Springs pada 9 Januari yang berukuran 1,13 inci pada tahun 1980, menurut badan cuaca.
 
Hujan sudah turun pada Selasa malam, namun evakuasi wajib masih dilakukan di seluruh wilayah karena ancaman tanah longsor.
 
Badai terjadi setelah musim kemarau 10 bulan menyusul hujan lebat pada Januari dan Februari, tahun lalu.



(FJR)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

22 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA