Penembakan Texas, Warganet Terpecah soal Tidak Adanya Label Teroris

Arpan Rahman    •    Senin, 06 Nov 2017 16:33 WIB
penembakan as
Penembakan Texas, Warganet Terpecah soal Tidak Adanya Label Teroris
Devin Patrick Kelley. (Foto: CBS)

Metrotvnews.com, Texas: Amerika Serikat dan sejumlah media lokal menghindari menggunakan kata "teroris" untuk menyebut pelaku penembakan di gereja Texas pada Minggu 5 November 2017. Padahal, jumlah korban tewas mencapai sedikitnya 26 orang.

Pelaku diketahui sebagai pemuda kulit putih yang pernah berada di jajaran Angkatan Udara AS. 

"Pemerintahan saya menyediakan dukungan penuh kepada negara bagian Texas untuk menyelidiki kejahatan mengerikan ini," kata Presiden AS Donald Trump di sela lawatannya ke Jepang. 

Setali tiga uang dengan laporan yang dibeberkan sejumlah media negeri Paman Sam. "Jika kita tidak bisa membicarakan soal kontrol senjata sekarang, setelah (penembakan di) Sutherland Springs, kita tidak akan pernah membicarakannya," bunyi laporan Dallas News. Sementara USA Today hanya menyebut pelaku sebagai "pria bersenjata."

CBS News juga sekadar memaparkan profil pria bersenjata yang diketahui bernama Devin Patrick Kelley, 26, mantan anggota Angkatan Udara AS yang bertugas 2010-2014. Rekam jejaknya mengonfirmasi Kelley pernah bertugas di bagian logistik New Mexico sampai dia diberhentikan pada 2014.

Lain halnya dengan pemerintah dan media, reaksi warganet AS di Twitter terpecah. Sebagian warganet mengkritik mengenai hilangnya label "teroris" dalam penembakan di AS, namun sebagian lainnya merasa tidak ada yang salah dengan sikap pemerintah dan media.

Baca: Trump Sebut Penembakan di Texas Kejahatan Mengerikan

"Satu lagi penembakan massal yang tidak berperikemanusiaan oleh teroris dari Timur Tengah... Devin Patrick Kelley berasal dari Timur Tengah Bagian Texas," cuit Brian Krassenstein (@krassenstein), menggunakan gaya bahasa satire.

"Seorang pria baru saja menembak umat paroki di sebuah gereja di Texas. Berapa lama kita harus menunggu sampai kita mendengar pihak berwenang memanggilnya TERORIS?" tweet Ricky Martin (@ricky_martin).

"Wajah sebenarnya dari terrorisme domestik: seorang pria kulit putih dengan senapan semi otomatis," tulis Durito Lacandona (@jazzysiesta).

"Penembak itu kulit putih, jadi tidak akan disebut sebagai teroris," cuit JMoring
(@beingJMoring).

"Penembak pria kulit putih membunuh setidaknya 87 orang dalam waktu lebih dari sebulan. Teroris Muslim menewaskan 8 orang. Katakan sekarang, siapa yang lebih menjadi ancaman?" cuit Wendy Music.


Penembakan berlangsung di Gereja First Baptist di Sutherland Spring, sebuah kota kecil di wilayah Wilson, Texas pada Minggu 5 November waktu setempat.

Warga setempat menyebutkan, biasanya sekitar 50 warga mengikuti kebaktian di gereja itu. Mengenai kematian penembak, polisi belum dapat memastikan apakah pelaku tewas bunuh diri atau ditembak.




(WIL)