Menlu AS akan Diskusikan Operasi Afrin dengan Turki

Willy Haryono    •    Sabtu, 10 Feb 2018 14:00 WIB
krisis suriahturki
Menlu AS akan Diskusikan Operasi Afrin dengan Turki
Menlu AS Rex Tillerson dalam konferensi pers di Bogota, Kolombia, 6 Februari 2018. (Foto: AFP/RAUL ARBOLEDA)

Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson akan berdialog dengan Turki pekan mendatang mengenai isu Suriah dan hak asasi manusia. Kemenlu AS mengatakan dialog Tillerson dengan salah satu negara NATO itu diprediksi berlangsung "sulit."

Akhir bulan lalu, Turki memulai operasi di sekitar kota Afrin yang terletak di Suriah wilayah barat laut. Ankara menegaskan operasi ini bertujuan menghabisi "teroris" Kurdi, bukan sebuah invasi. 

Milisi yang diperangi Turki tersebut didukung AS, karena dinilai sebagai kekuatan efektif melawan kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah. 

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menyerukan kepada AS untuk menarik pasukannya dari Manbij, yang terletak di timur Afrin.

"Kami mendorong mereka (Turki) untuk menahan diri dalam operasi di Afrin, dan juga di sepanjang perbatasan Suriah utara," ujar seorang petinggi Kemenlu AS kepada awak media, seperti dikutip AFP

"Kami akan memulai dialog dengan meminta mereka menahan diri, dan kemudian mencari cara mengakhiri operasi tersebut secepat mungkin," lanjut dia.

Baca: Tujuh Prajurit Turki Tewas dalam Operasi Afrin

Tur kawasan tersebut akan dimulai Tillerson pada Minggu besok. Dari Turki, Tillerson akan mengunjungi Mesir, Kuwait, Yordania dan Lebanon.

Kemenlu AS menambahkan tujuan dialog Tillerson dengan Ankara adalah menentukan apa sebenarnya niat jangka panjang Turki dalam operasi Afrin. Selain itu, AS juga ingin Turki mempertimbangkan operasi Afrin demi menekan jumlah korban jiwa dari warga sipil, serta memprioritaskan kekuatan militer untuk memerangi ISIS.

"Ini akan menjadi dialog sulit," ucap pejabat itu, yang menyinggung mengenai retorika keras dari Turki mengenai operasi di Afrin.

 


(WIL)