Debat Capres AS 2016

Jelang Debat, Tim Kampanye Clinton Komentari Retorika Cabul Trump

Willy Haryono    •    Senin, 10 Oct 2016 07:48 WIB
pemilu as
Jelang Debat, Tim Kampanye Clinton Komentari Retorika Cabul Trump
Hillary Clinton usai menghadiri acara penggalangan dana di New York, 6 Oktober 2016. (Foto: AFP/TIMOTHY A. CLARY)

Metrotvnews.com, St Louis: Tim kampanye Hillary Clinton mengeluarkan pernyataan resmi menjelang debat kedua calon presiden Amerika Serikat di Washington University, St Louis, Minggu 9 Oktober waktu AS atau Senin (10/10/2016) waktu Indonesia. 

Melalui kepala komunikasi Jennifer Palmieri, kubu Clinton mengomentari retorika cabul Donald Trump yang muncul dalam sebuah video pada Jumat lalu. Di video yang dirilis The Washington Post itu, Trump mengeluarkan sejumlah pernyataan yang merendahkan wanita. 

"Kami tidak terkejut melihat Donald Trump yang terus menggali kuburannya sendiri. Hillary Clinton akan memanfaatkan kesempatan debat untuk berbicara kepada para pemilih mengenai masalah-masalah yang penting bagi mereka," ujar Palmieri, seperti dikutip The Guardian

"Kontroversi terbaru dari Trump tidak akan mengubah sikap kami. Clinton siap mengatasi apapun yang dilemparkan Donald Trump kepadanya," sambung dia. 

Dalam debat kedua ini, Trump datang membawa tiga wanita yang mengaku pernah dilecehkan Bill Clinton, suami dari Hillary Clinton. Trump diduga akan menggunakan ketiganya untuk menyerang Clinton sekaligus mempertahankan diri dari kontroversi video. 

Setelah video itu rilis ke publik, Trump langsung meminta maaf dan berjanji akan menjadi pria yang lebih baik. Permintaan maaf itu dibumbui serangan. Trump mengaku salah, namun menyebut Bill Clinton sebagai pria yang lebih buruk dari dirinya.

Beberapa jam sebelum debat kedua, Trump menggelar konferensi pers dengan tiga wanita yang mengaku pernah menerima pelecehan seksual dari Bill Clinton.

Ketiga wanita tersebut adalah Juanita Broadrick, Paula Jones dan Kathleen Willey. Broadrick mengaku diperkosa pada 1978 ketika dia bekerja sebagai pengasuh di keluarga Clinton. Jones dan Willey mengklaim mengalami pelecehan seksual pada awal 1990an.

"Bill Clinton memperkosa saya dan Hillary Clinton mengancam saya," sebut Broadrick.


(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA