Livestreaming

Suriah Tuduh AS Sengaja Ingin Gagalkan Gencatan Senjata

Willy Haryono    •    Senin, 19 Sep 2016 10:37 WIB
krisis suriah
Suriah Tuduh AS Sengaja Ingin Gagalkan Gencatan Senjata
Dubes Suriah untuk PBB Bashar Jaafari dalam KTT GNB di Venezuela, 16 September 2016. (Foto: AFP/JUAN BARRETO)

Metrotvnews.com, Porlamar: Duta Besar Suriah untuk Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Bashar Jaafari menuduh Amerika Serikat (AS) sengaja ingin membuat gencatan senjata terbaru di negaranya berakhir gagal. 

Ia juga menuding Negeri Paman Sam mendukung kelompok militan Islamic State (ISIS) dengan terus menggempur pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad. 

"Tujuan dari agresi AS ini adalah membuat gencatan senjata yang disepakati Rusia dan AS berakhir gagal," tutur Jaafari di KTT Gerakan Non-Blok di Porlamar, Pulau Margarita, Venezuela, seperti dikutip AFP, Minggu (18/9/2016). 

Gencatan senjata terbaru di Suriah terancam gagal setelah serangan udara AS membunuh sekelompok prajurit rezim Assad. Serangan udara AS juga mengenai beberapa distrik yang dikuasai pemberontak di kota Aleppo. 

Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon mengakui beberapa misil jet tempurnya mungkin menghantam pasukan Suriah. Namun, Pentagon menegaskan target awal dalam serangkaian serangan tersebut adalah militan ISIS. 

"Serangan-serangan tersebut adalah bukti dukungan AS dan sekutunya untuk Daesh dan grup teroris lainnya," ujar Jaafari, menggunakan akronim lain dari ISIS. 


Pesawat jet tempur F15C-Eagle milik AS. (Foto: AFP)

Jaafari mengatakan serangan AS yang mengenai pasukan rezim itu membuat ISIS dapat merebut posisi strategis di sebuah bukit dekat kota Deir Ezzor. 

"Itu sudah jelas membuktikan adanya hubungan (antara AS dengan ISIS)," kata Jaafari. 

Rusia, negara kunci pendukung Assad, berdebat sengit dengan AS dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Sabtu 17 September. Jaafari menyebut pertemuan DK PBB saat itu tidak menghasilkan apa-apa karena AS, Inggris dan Prancis menolak "mengambil langkah tegas" untuk mengakui kesalahannya atas serangan udara. 

"Kebijakan AS, secara umum, telah melakukan kesalahan serupa," ucap Jaafari kepada awak media. "AS sering menyerang dan melanggar kedaulatan negara asing dengan banyak kebohongan."

Menurut Jaafari, pemerintahnya berencana terus mendorong diselenggarakannya pertemuan DK PBB untuk menghukum AS atas kesalahannya di Suriah. 

"Ini tidak akan berhenti sampai sini. Teman-teman kami di DK PBB, Tiongkok dan Rusia, tidak akan tinggal diam," sebut Jaafari. "Agresi AS harus ditangani secepatnya untuk menghindari pertempuran di kawasan dan kita juga harus melawan kemunafikan serta kebohongan AS," sambung dia.


(WIL)

Debat Perdana Capres AS Pecahkan Rekor Jumlah Penonton
Debat Capres AS 2016

Debat Perdana Capres AS Pecahkan Rekor Jumlah Penonton

6 hours Ago

Jumlah tersebut mengalahkan rekor debat capres Ronald Reagan dengan Jimmy Carter pada 1980. 

BERITA LAINNYA