Seluk Beluk Tersangka Pengeboman New York

Willy Haryono    •    Selasa, 20 Sep 2016 16:57 WIB
ledakan new york
Seluk Beluk Tersangka Pengeboman New York
Ahmad Khan Rahami dibawa ke rumah sakit akibat luka dalam baku tembak dengan polisi di New Jersey, 19 September 2016. (Foto: The Boston Herald)

Metrotvnews.com, New York: Setelah pengeboman di New York dan New Jersey, aparat penegak hukum mengklaim berhasil menangkap seorang tersangka: Ahmad Khan Rahami.

Polisi menangkap Rahami setelah terjadinya baku tembak di Linden, New Jersey, pada Senin 19 September.

Penangkapan dramatis terjadi hanya beberapa jam setelah para petugas memasang fotonya di poster pencarian orang. Petugas mengatakan Rahami dicari untuk ditanyai sehubungan dengan ledakan hari Sabtu yang melukai 29 orang di New York dan ledakan yang terjadi di dekat lomba lari amal di Seaside Park, New Jersey, pagi hari itu.

Pihak berwenang belum memaparkan secara terperinci bagaimana mereka yakin dia terhubung ke pemboman tersebut. Namun pihak berwenang percaya bahwa mereka memiliki "buronan besar," kata beberapa sumber. Penyelidikan terus berlanjut untuk menentukan apakah Rahami dibantu pelaku lain.

"Sekarang kami memiliki tersangka ini dalam tahanan, penyelidikan bisa fokus pada aspek-aspek lain," kata Komisaris Polisi New York James O'Neill, "seperti apakah orang ini bertindak sendirian, dan apa motivasinya melakukan aksi."

Berikut seluk beluk Rahami yang telah disusun CNN, Selasa (20/9/2016):

Apa hubungan Rahami dengan pengeboman New York dan New Jersey?

• Para penyidik "langsung mengaitkan" Rahami kepada dua alat peledak di New York dan ledakan Sabtu di New Jersey, ucap Asisten Direktur FBI William Sweeney, yang memegang pimpinan tim investigasi. Dia menolak memberikan rincian tentang bukti-bukti, dengan alasan investigasi masih berlangsung.

• Menurut beberapa pejabat, para penyelidik juga percaya Rahami adalah orang yang terlihat di video CCTV. Ketika itu, pria itu terlihat menyeret tas ransel di dekat lokasi ledakan New York, dan lokasi di mana polisi akhirnya menemukan benda diduga bom berbentuk panci pressure-cooker.

• FBI menyebut alamat terakhir Rahami adalah di Elizabeth, New Jersey. Itulah kota yang sama di mana ransel dengan beberapa bom di dalamnya ditemukan pada Minggu malam. Namun pihak berwenang sejauh ini belum terbuka mengatakan apakah mereka percaya Rahami terkait dengan bahan peledak. Beberapa sumber mengatakan, mereka percaya dia yang melakukannya.


Ahmad Khan Rahami terekam kamera CCTV. (Foto: AFP)

Perjalanan ke Afghanistan dan Pakistan

• Masih dari data FBI, pemuda 28 tahun itu lahir di Afghanistan dan merupakan warga negara naturalisasi AS.

• Dia melakukan perjalanan ke Afghanistan beberapa kali, menurut beberapa sumber dari penegak hukum. Dia ditanyai setiap kali kembali ke AS sesuai prosedur standar, tapi tidak dideteksi sebagai seseorang yang mungkin telah berubah menjadi radikal, kata seorang petugas. Seorang petugas lainnya mengatakan Rahami pernah pergi ke beberapa negara.

• Rahami menghabiskan beberapa pekan di Kandahar, Afghanistan, dan Quetta, Pakistan pada 2011, menurut seorang pejabat penegak hukum yang mengulas catatan wisata dan imigrasinya. Provinsi Quetta dianggap sebagai benteng grup ekstremis Taliban. Di sana, dia menikah dengan seorang perempuan asal Pakistan, pada Juli 2011.

• Setelah kembali ke AS, dia harus menjalani pemeriksaan sekunder karena dia telah mengunjungi wilayah Pakistan yang dikenal karena Taliban berada di sana, menurut petugas itu. Saat itu, dikatakannya kepada petugas imigrasi bahwa dirinya mengunjungi keluarga dan menghadiri pernikahan pamannya dan memperbaharui visa Pakistan-nya.

• Dua tahun kemudian, pada April 2013, Rahami pergi ke Pakistan dan tinggal di sana sampai Maret 2014. Dua petugas penegak hukum lainnya mengonfirmasi kepada CNN bahwa Rahami pergi ke Pakistan selama sekitar satu tahun.

• Saudaranya Mohammad bepergian ke Pakistan di sekitar waktu yang sama. Mohammad memposting di Facebook, mengatakan bahwa pada saat itu di Quetta, mereka mendengar tujuh ledakan bom selama 24 jam terakhir, menurut ulasan CNN di laman itu. Unggahan lainnya selama perjalanan di Quetta adalah foto adiknya, Ahmad.

• Bersamaan itu, petugas tersebut mengatakan, Ahmad juga pergi ke Afghanistan dengan menggunakan mobil. Ketika dia kembali ke AS, sekali lagi dia ditanya petugas mengenai kunjungannya. Ia mengaku pergi ke sana untuk mengunjungi istrinya serta beberapa paman dan bibinya. Petugas itu mengatakan setiap kali dia ditanya mengenai kunjungan ke Afghanistan, jawaban-jawabannya selalu dapat mengakhiri kekhawatiran pihak imigrasi.

• Pejabat itu mengatakan, Rahami mengajukan petisi untuk memboyong istrinya ke AS. Dia mengajukan dokumen pada 2011 dan telah disetujui pada 2012. Tetapi pejabat itu mengatakan tidak jelas apakah istrinya pernah datang ke Negeri Paman Sam.

• Pada 2014 Rahami menghubungi kantor anggota Kongres Albio Sires dari Islamabad, Pakistan, mengungkapkan rasa prihatin mengenai paspor dan visa istrinya. Ternyata paspor Pakistan-nya telah habis dan konsulat tidak akan memberinya visa imigran sampai paspor diperbaharui, kata .Sires.


Ahmad Khan Rahami. (Foto: New Jersey State Police)

• Setelah paspor itu diperbaharui, istrinya mendapati dirinya hamil sementara petugas (imigrasi-Red) mengatakan mereka tidak akan memberikan visa sampai dia punya bayi, kata Sires. Mereka juga mengatakan ketika Rahami memiliki bayi mereka suami-istri harus mendapatkan visa imigran untuk sang bayi. Pada saat itu Rahami mengklaim konsulat menyuruhnya kembali ke Karachi, tapi dia menjawab terlalu berbahaya untuk pergi ke sana. Anggota Kongres itu tidak tahu apa yang terjadi setelah itu.

• Penyidik meneliti apakah dia jadi radikal di luar negeri sebelum kembali ke AS pada 2014, menurut seorang petugas. Pada Senin, penegak hukum mengatakan, sejauh itu tidak ada indikasi Rahami dalam deteksi mereka sebelum akhir pekan lalu.

• Pejabat penegak hukum mengatakan Ahmad Rahami menjadi warga negara naturalisasi AS pada 2011. Dia pertama kali tiba di AS pada Januari 1995, beberapa tahun setelah ayahnya datang mencari suaka. Pejabat itu mengatakan Rahami diberi paspor AS pada 2003, sebagai orang yang belum dewasa, dan sekali lagi pada 2007 setelah dia katakan kehilangan paspor pertamanya.

Sekolah dan keluarga di Amerika Serikat
.
• Dia mengambil jurusan peradilan pidana di Middlesex County College di Edison, New Jersey, kata juru bicara sekolah, Tom Peterson. Rahami kuliah dari 2010-2012 tetapi tidak lulus.

• Keluarga Rahami tinggal di atas restoran First American Fried Chicken di Elizabeth, ujar Walikota Chris Bollwage. Keluarga itu memiliki sejarah bentrokan dengan masyarakat sekitar restoran, yang buka 24 jam sehari, kata Walikota. Beberapa penyidik menggeledah gedung itu, Senin, imbuh Bollwage.

• Keluarga Rahami menggugat pemerintah kota dan kepolisian pada 2011. Mereka menuduh otoritas lokal bersekongkol dengan menyebut restoran mereka melanggar aturan jam operasional. 

• Gugatan tersebut menuduh aparat polisi dan perwakilan kota telah menyebut "restoran itu berbahaya bagi masyarakat." Keluarga Rahami juga menuduh tetangga sesama pemilik bisnis berkata, "Muslim membuat terlalu banyak kesulitan di negeri ini" dan "Muslim bukan tempatnya di sini." Para terdakwa, termasuk petugas polisi dan pejabat kota, membantah tuduhan tersebut.

• Bollwage berkata, Senin, pada 2012 putusan pada kasus ini memenangkan pemerintah kota, menambahkan bahwa restoran keluarga Rahami telah "mengganggu kota ini selama bertahun-tahun."

• Dalam sebuah postingan di Facebook, Senin, anggota keluarga meminta privasi. "Saya ingin orang-orang menghormati privasi keluarga saya dan biarlah kami memiliki rasa damai setelah saat yang tragis ini," bunyi status Zobyedh Rahami, yang diyakini adik Ahmad Rahami.


Restoran milik keluarga Rahami di Elizabeth. (Foto: AFP)

Bagaimana pihak berwenang menemukan Ahmad Rahami?

• Para penyidik pertama kali mengidentifikasi Rahami, Minggu sore, melalui sidik jari, menurut seorang pejabat penegak hukum senior. Sebuah ponsel yang terhubung benda diduga bom berbentuk panci juga memberikan beberapa petunjuk, kata pejabat itu.

• Harinder Bains, pemilik Merdie Tavern di Linden, New Jersey, mengaku melihat Rahami tidur di dekat pintu bar miliknya, Senin pagi, dan ia menelepon polisi. Bains berkata mengenali Rahami setelah melihat foto-foto tersangka di CNN.

• Sebuah pengejaran pun terjadi, di mana Rahami ditembak dari sebuah mobil polisi, sebutir peluru sempat meletus lalu tergores di wajah seorang petugas lain. Pengejaran berakhir ketika Rahami ditembak beberapa kali. Ia dibawa ke rumah sakit untuk dioperasi.



(WIL)