Ledakan di New York Disengaja, Tapi Bukan Terorisme

Willy Haryono    •    Minggu, 18 Sep 2016 11:39 WIB
ledakan new york
Ledakan di New York Disengaja, Tapi Bukan Terorisme
Warga New York melihat lokasi ledakan di distrik Chelsea, Manhattan, New York, 17 September 2016. (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, New York: Korban luka akibat ledakan di sebuah permukiman di New York, Amerika Serikat, Sabtu (17/9/2016), bertambah menjadi 29 orang. 

Penyebab ledakan belum diketahui. Wali Kota New York Bill de Blasio menyebut ledakan di distrik Chelsea ini sebagai "aksi yang disengaja," namun tidak terkait dengan terorisme.

Chelsea adalah salah satu distrik paling terkenal di Manhattan, yang dikenal dengan deretan bar dan restoran padat pengunjung di akhir pekan. 

Dinas Pemadam Kebakaran New York menegaskan sebagian besar korban mengalami luka yang tidak membahayakan jiwa. 

"Kami tidak melihat adanya hubungan dengan terorisme," ujar de Blasio, seperti dikutip BBC. "Kami yakin ini disengaja," sambung dia. 


Petugas pemadam di lokasi ledakan di distrik Chelsea, New York. (Foto: Reuters)

De Blasio menambahkan, tidak ada bukti yang menghubungkan ledakan di New York dengan ledakan bom pipa di New Jersey beberapa jam sebelumnya. Ledakan di New Jersey berasal dari sebuah tong sampah di dekat rute lomba lari dalam acara amal di kota kecil di Jersey Shore. Tidak ada korban tewas maupun luka dalam ledakan di New Jersey. 

Sejumlah saksi mata mengatakan orang-orang di lokasi kejadian berlarian ke segala arah setelah mendengar suara ledakan yang "sangat keras" di Chelsea. 

Biro Antiterorisme Kepolisian New York mengaku masih menyelidiki ledakan dan merilis sebuah foto di Twitter yang memperlihatkan sebuah tong sampah yang rusak terkena ledakan. 


Tong sampah yang diduga menjadi tempat penyimpanan bom. (Foto: NYPD)

Sebagai langkah antisipasi, polisi dan petugas pemadam menyisir sejumlah tong sampah di lokasi untuk mencari kemungkinan adanya bahan peledak. Pada pukul 11.00 malam, polisi New York mengklaim menemukan "benda yang diduga sebagai bahan peledak kedua" di dekat lokasi ledakan. 

Sementara itu di Washington, Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Barack Obama sudah mendapat laporan mengenai perkembangan terbaru di New York. 


(WIL)

JK Kritisi PBB di Sidang Umum ke-71 PBB

JK Kritisi PBB di Sidang Umum ke-71 PBB

5 hours Ago

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan sejumlah kritik terhadap PBB termasuk saran untuk mereformasi…

BERITA LAINNYA