75 Orang Tewas Akibat Banjir, Peru Tetapkan Status Waspada

Sonya Michaella    •    Senin, 20 Mar 2017 08:15 WIB
banjir peru
75 Orang Tewas Akibat Banjir, Peru Tetapkan Status Waspada
Banjir di Peru tewaskan 75 orang. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Lima: Hujan lebat diikuti serangkaian badai menyerang wilayah utara Peru dan berhasil menewaskan sekitar 75 orang. Tak hanya itu, tanah longsor dan banjir juga melanda negara yang terletak di Amerika Selatan ini.

"Ibu Kota Lima sudah dua pekan tidak ada air mengalir. Kami pun terpaksa menaikkan harga beberapa kebutuhan pokok sebesar lima persen," kata Perdana Menteri Peru, Fernando Zavala, seperti dikutip AFP, Senin 20 Maret 2017.

Lima, yang terkenal dengan iklim gurunnya, bisa diserang banjir dan badai. Menurut beberapa pengamat, hal ini dipengaruhi oleh pemanasan permukaan air di Samudera Pasifik.

"Kami khawatir bencana ini akan terus berlanjut selama dua pekan ke depan," lanjutnya.

"Status waspada saya tetapkan di Peru. Akan ada hujan lebat di wilayah utara dan tengah Lima selama beberapa hari," tegasnya lagi.

Dengan intensitas hujan, badai dan banjir yang sama, pada 1998 silam, sekitar 374 warga dinyatakan tewas. Pemerintah Peru khawatir akan terjadinya insiden serupa lagi pada 2017 ini karena pola iklim El Nino.

Chile, Bolivia dan Venezuela pun mengonfirmasi, mereka akan memberi bantuan ke Peru terkait bencana ini.

Pusat Operasi Darurat Nasional Peru menyatakan, sebanyak 627 ribu warga Peru telah kehilangan tempat tinggal dan mengalami kerusakan pada tempat tinggalnya.

Banjir bandang ini juga melanda Trujilo, kota terbesar ketiga di Peru. Warga pun dilarang berjalan-jalan, karena dikhawatirkan akan hanyut.

Badai ini juga mengakibatkan runtuhnya jembatan Viru yang menghubungkan Trujilo dan Lima. Namun, pemerintah berjanji akan segera memperbaiki jembatan tersebut.

 


(WIL)