Kubu Hillary Clinton Setuju Penghitungan Ulang Suara

Sonya Michaella    •    Senin, 28 Nov 2016 08:27 WIB
pemilu as
Kubu Hillary Clinton Setuju Penghitungan Ulang Suara
HIllary Clinton (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Washington: Tim kampanye Hillary Clinton turut mendorong seruan perhitungan ulang suara di sejumlah negara kunci terkait pilpres Amerika Serikat.

Dilansir dari CNN, Senin (28/11/2016), tim kampanye Clinton  menyatakan pihaknya bergabung dengan upaya yang dilakukan kandidat Partai Hijau, Jill Stein untuk diadakannya perhitungan ulang di negara bagian Wisconsin. 

Namun, penasihat kampanye Clinton, Marc Elias menuturkan penyelidikan internal mereka belum menemukan bukti terkait dengan pembajakan sistem pemungutan suara dalam pilpres 8 November lalu.

Ia pun memastikan seluruh tim kampanye tetap mengambil peran untuk memastikan pemilu telah berlangsung adil bagi semua pihak.

Sementara itu Stein juga berencana menantang hasil pemilihan di Pennsylvania dan Michigan, di mana Trump berhasil mengalahkan Clinton.

Hasil tak resmi Wisconsin menunjukkan Trump menang dengan keunggulan 27.000 suara, menurut berbagai media negara bagian itu. Sementara hasil penghitungan BBC menunjukkan Trump mendapat 47,9 persen, Clinton 46,9 persen, dan Jill Stein 1 persen.

Padahal, dalam tujuh pilpres sebelumnya, negara bagian ini selalu dimenangkan Partai Demokrat.

Dalam rencana penghitungan suara ulang ini, presiden terpilih AS, Donald Trump, terang-terangan menolak dan mengecam. 

"Hitung ulang ini hanya akal-akalan Jill Stein, yang meraih kurang dari satu persen suara secara total dan bahkan tidak ada di beberapa negara bagian, untuk mengumpulkan uang," ujar Trump.

Dalam pernyataan di Twitter, Trump menuliskan, "Penipuan Partai Hijau untuk mengisi pundi-pundi uangnya dengan seruan hitung ulang kini diikuti Partai Demokrat yang sudah kalah."

 


(WIL)