Peraih Nobel Ikut Kecam Pengampunan Fujimori

Willy Haryono    •    Minggu, 31 Dec 2017 16:06 WIB
politik peru
Peraih Nobel Ikut Kecam Pengampunan Fujimori
Peraih penghargaan Nobel, Mario Varga Llosa (kanan) bersama kekasihnya di Arequipa, Peru, 29 Maret 2017. (Foto: AFP/JOSE SOTOMAYOR JIMENEZ)

Lima: Peraih penghargaan Nobel, Mario Varga Llosa, bergabung dengan lebih dari 230 penulis lainnya dalam mengecam pengampunan yang diberikan pemerintah Peru kepada mantan presiden Alberto Fujimori. 

Fujimori diampuni saat sedang menjalani vonis 25 tahun penjara atas kasus pembunuhan dan pelanggaran hak asasi manusia.

Pengampunan, yang diberikan Presien Pedro Pablo Kuczynski, memicu unjuk rasa ribuan orang. Pedemo juga mendesak agar Menteri Kebudayaan Peru Salvador del Solar serta manajer kantor berita nasional Peru untuk mengundurkan diri.

Kuczynski menjelaskan bahwa pengampunan diberikan karena Fujimori sudah tua dan sakit-sakitan

Sepekan lalu, Fujimori yang berusia 79 tahun dibawa dari penjara ke sebuah klinik di Lima akibat tekanan darah rendah dan ritme abnormal organ jantung. Beberapa hari dirawat, Fujimori juga mengalami masalah lambung. 

Namun Llosa dan para penulis lainnya menilai Fujimori "tidak menderita penyakit parah atau kanker." Mereka menganggap pengampunan "ilegal dan tidak bertanggung jawab" karena Fujimori adalah "kriminal kemanusiaan."

"Diampuninya Fujimori telah menjadi bencana moral dan politik bagi masyarakat kami," kata Alfredo Pita, seorang jurnalis lokal, kepada AFP, Sabtu 30 Desember 2017. 

Momen pemberian pengampunan terhadap Fujimori dianggap sebagian masyarakat Peru sebagai sesuatu yang mencurigakan.

Langkah mengampuni Fujimori diambil Kuczynski beberapa hari usai anak Fujimori, Kenji, abstain dalam pemungutan suara terkait pemakzulan. 

Beberapa anggota parlemen mengikuti langkah Kenji, sehingga oposisi kehilangan suara yang dibutuhkan untuk melengserkan Kuczynski.

 


(WIL)


62 Militan Al-Shabab Tewas Dihantam Serangan AS

62 Militan Al-Shabab Tewas Dihantam Serangan AS

22 hours Ago

Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan telah menewaskan 62 anggota kelompok militan Al-Shabab…

BERITA LAINNYA