Demonstrasi di Charlotte Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Willy Haryono    •    Jumat, 23 Sep 2016 11:54 WIB
penembakan as
Demonstrasi di Charlotte Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata
Polisi antihuru-hara bersiaga di Charlotte, North Carolina, AS, 22 September 2016. (Foto: AFP/NICHOLAS KAMM)

Metrotvnews.com, Charlotte: Unjuk rasa terkait penembakan polisi terhadap seorang pria kulit hitam di Charlotte berubah ricuh di malam ketiga, Kamis (22/9/2016). Petugas terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang memblokade jalanan utama kota. 

Seorang reporter AFP di lokasi melihat sejumlah pendemo yang melarikan diri usai polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet. Sebelumnya, ratusan pengunjuk rasa memblokade sebuah rute utama dekat Bank America Stadium. Sebagian dari mereka berbaring di jalanan. 

Di wilayah pusat Charlotte, atmosfer unjuk rasa relatif lebih tenang. Ratusan pendemo berjalan bersama menuju kantor polisi sembari membawa papan bertuliskan "berhenti membunuh kami" dan "perlawanan itu indah."

Otoritas Charlotte telah menetapkan aturan jam malam, efektif berlaku sejak dini hari tadi. 

Unjuk rasa dipicu penembakan polisi terhadap Keith Lamont Scott, seorang pria kulit hitam AS berusia 43. Tewasnya Scott merupakan peristiwa terbaru dari rangkaian penembakan polisi terhadap kulit hitam yang memicu kemarahan di banyak negara bagian AS. 


Pengunjuk rasa memblokade jalanan utama Charlott. (Foto: AFP)

Gubernur North Carolina telah mendeklarasikan status darurat di Charlotte, dan beberapa anggota Garda Nasional serta polisi lalu lintas juga telah dikerahkan untuk membantu aparat lokal.

Setidaknya 16 petugas terluka akibat bentrok pada Selasa hingga Rabu yang diwarnai dengan pelemparan batu, pembakaran ban, dan penutupan jalan tol oleh demonstran.

Demonstrasi ini merupakan unjuk rasa kedua terkait dengan penembakan warga kulit hitam oleh polisi di AS dalam sepekan terakhir.

Pekan lalu, demo serupa terjadi di Tulsa, Oklahoma. Warga mendesak penahanan seorang polisi yang terlihat menembak warga kulit hitam tak bersenjata.



(WIL)