Debat Capres AS 2016

Usai Debat Sengit, Clinton dan Trump Saling Puji

Willy Haryono    •    Senin, 10 Oct 2016 10:45 WIB
pemilu as
Usai Debat Sengit, Clinton dan Trump Saling Puji
Hillary Clinton (kanan) dan Donald Trump bersalaman di akhir debat kedua capres AS di Washington University, St Louis, 9 Oktober 2016. (Foto: AFP/ROBYN BECK)

Metrotvnews.com, St Louis: Pertanyaan terakhir dalam debat kedua calon presiden Amerika Serikat (AS) antara Hillary Clinton dan Donald Trump membuat semua orang tersenyum: "Sebutkan satu hal positif yang kalian hormati satu sama lain." 

Moderator Martha Raddatz dari ABC mempersilakan Clinton untuk menjawab terlebih dahulu. 

"Saya menghormati anak-anaknya. Mereka berbicara banyak hal positif mengenai Trump. Sebagai seorang ibu dan seorang nenek, itu adalah hal yang penting," ujar Clinton di Washington University, St Louis, Minggu (9/10/2016). 

Ia mengaku sebisa mungkin tidak ingin menyinggung masalah personal Trump dalam kampanye pilpres dan ingin "lebih fokus melakukan apa yang ingin dilakukan."

"Saya menghabiskan 30 tahun (berkarier di politik) untuk mencoba menolong lebih banyak anak-anak dan keluarga," ungkap Clinton. 

Trump mengapresiasi pujian Clinton terhadap anak-anaknya. "Saya anggap itu adalah sebuah pujian," sebut Trump. 


Clinton (kanan) dan Trump. (Foto: AFP)

Capres dari Partai Republik itu kemudian menyebutkan sisi positif dari rivalnya. "Dia tidak pernah berhenti, dia tidak pernah menyerah. Saya menghormati itu. Saya mengatakan apa adanya. Dia adalah seorang pejuang. Dia berjuang keras dan tidak pernah berhenti dan saya menganggapnya sebagai suatu sikap yang sangat baik," papar Trump. 

Debat berakhir dan kedua capres bersalaman. Clinton bergerak ke kerumunan penonton, sementara Trump ke arah keluarganya. 

Sesuai tekad untuk tidak menyerang urusan personal, Clinton relatif tidak memanfaatkan momentum skandal video yang membelit Trump. Dalam sebuah video yang muncul pada Jumat kemarin, Trump mengeluarkan pernyataan yang merendahkan wanita. 

Clinton hanya menyinggung skandal video itu di awal-awal debat tanpa mengeksploitasinya lebih jauh. 

 


(WIL)