Masuki Bulan Ketiga, AS Terus Gempur ISIS di Libya

Willy Haryono    •    Selasa, 04 Oct 2016 12:55 WIB
isis
Masuki Bulan Ketiga, AS Terus Gempur ISIS di Libya
Pasukan pemerintah interim Libya menggunakan cermin untuk melihat pergerakan militan ISIS di Sirte, 2 Oktober 2016. (Foto: AFP/FABIO BUCCIARELLI)

Metrotvnews.com, Tripoli: Pesawat jet tempur Amerika Serikat (AS) terus menggempur posisi kelompok militan Islamic State (ISIS) di Sirte sepanjang akhir pekan kemarin, dalam operasi di Libya yang sudah memasuki bulan ketiga. 

Menurut Komando Militer AS di Benua Afrika, 20 serangan udara dilancarkan di Sirte pada Minggu 2 Oktober, yang sebagian besarnya ditujukan kepada "posisi tempur musuh." AS mengatakan operasi militer bertujuan membantu pasukan lokal dalam mengusir ekstremis dari Sirte. 

Aksi militer AS di Sirte merupakan respons terhadap permintaan dari pemerintah interim Libya (GNA). Presiden AS Barack Obama menegaskan keterlibatan Negeri Paman Sam di Libya didasarkan atas kebutuhan GNA. 

"Setiap serangan yang kami lakukan dilakukan atas permintaan dari mereka. Saat ini kami sedang menyerang bagian paling padat dari kota (Sirte)," kata Kapten Angkatan Laut AS Jeff Davis, yang merupakan juru bicara Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon.

"Di area padat ini, sangat sulit untuk menyerang posisi penembak jitu kecuali dengan serangan udara," sambung dia, seperti disitir AFP, Senin (3/10/2016). 

GNA yang didukung PBB memulai operasi merebut kembali Sirte pada Mei. Sirte adalah tempat kelahiran diktator Moamer Gaddafi, yang dikuasai ekstremis seperti ISIS sejak Juni 2015. 

Sejak operasi udara AS di Libya dimulai pada 1 Agustus, pesawat jet, drone dan helikopter telah melancarkan lebih dari 200 serangan. Sebagian besar serangan dikoordinasikan dari USS Wasp, kapal amfibi AS di pesisir Libya. 

Pertempuran GNA melawan ISIS telah menewaskan 450 prajurit pemerintah dan melukai 2.500 lainnya. Jumlah korban dari ISIS tidak diketahui. 

Jika Sirte dapat direbut kembali, maka akan menjadi pukulan telak bagi ISIS, yang juga sudah kehilangan banyak daerah jajahan di Suriah dan Irak.


(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA