Puluhan Ribu Warga AS Protes Kebijakan Imigrasi Trump

Arpan Rahman    •    Minggu, 01 Jul 2018 12:05 WIB
amerika serikatimigran gelap
Puluhan Ribu Warga AS Protes Kebijakan Imigrasi Trump
Unjuk rasa menentang kebijakan imigrasi Trump di New York, 30 Juni 2018. (Foto: EDUARDO MUNOZ ALVAREZ / AFP/GETTY IMAGES)

Washington: Puluhan ribu orang di sejumlah wilayah di Amerika Serikat (AS) turun ke jalan untuk memprotes kebijakan imigrasi "zero-tolerance" Presiden Donald Trump.

Massa berbaris di kota-kota besar, mulai dari Washington DC hingga ke Los Angeles, untuk menentang pemisahan anak-anak imigran dari orangtua mereka di perbatasan AS-Meksiko.

Lebih dari 750 aksi di 50 negara bagian dijadwalkan tim penyelenggara di bawah slogan "Keluarga Saling Memiliki" dan "Kebebasan untuk Imigran."

"Jika itu bisa terjadi pada anak siapapun, berarti bisa saja terjadi pada anak saya, dan anak Anda, dan semua anak-anak kita," kata penyanyi Alicia Keys kepada sekitar 30.000 pengunjuk rasa di Washington, seperti dikutip dari Independent, Minggu 1 Juli 2018.

Ketika para demonstran berbaris dari Lafayette Square ke Gedung Putih, mereka melontarkan kecaman ke arah hotel Trump, sembari melambaikan spanduk bertuliskan "Tolak" dan berteriak "Hei, hei, ho ho, Donald Trump harus pergi."

Para pengunjuk rasa juga berkumpul di luar resor golf, tempat presiden menghabiskan akhir pekan di Bedminster, New Jersey. 

Di New York, para demonstran meneriakkan "tutup penampungan" ketika mereka berbaris melintasi Jembatan Brooklyn.

Senator Elizabeth Warren, ikut dalam unjuk rasa di Boston, meminta agar anak-anak imigran dan orangtua mereka segera disatukan kembali. Sementara kerumunan warga di Alburquerque, New Mexico, bertepuk tangan saat Wali Kota Tim Keller berorasi mengecam kebijakan Trump.

Pemisahan Anak-Anak Imigran

Di Texas, massa berkerumun di balai kota Dallas. Sementara di Houston mereka berteriak di luar balai kota, dan lima orang ditangkap karena memblokade jalur lalu lintas di luar gedung ICE di kota itu.

Penyanyi John Legend muncul di antara para pedemo di Los Angeles bersama istrinya, mantan model Christine Teigen. Ia berbicara kepada orang-orang sambil menggendong bayinya yang baru lahir.

Para demonstran menuntut beragam hal, termasuk penyatuan keluarga imigran, mengakhiri penahanan keluarga dan kebijakan zero-tolerance.

Pekan lalu, Trump berusaha menghentikan krisis yang meningkat dengan menandatangani perintah eksekutif untuk menyatukan kembali keluarga imigran. Namun proses penyatuan ini belum sepenuhnya berjalan efektif.

Sebanyak 17 negara bagian AS dan Washington DC telah mengajukan gugatan untuk memaksa pemerintahan Trump menyatukan kembali sekitar 2.000 anak yang terpisah dengan orangtua mereka.



(WIL)


Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

33 minutes Ago

Amerika Serikat kembali diguncang skandal mata-mata. Kejaksaan wilayah Washington DC menahan seorang…

BERITA LAINNYA