Gedung Putih Ikut Komentari Insiden United Airlines

Willy Haryono    •    Rabu, 12 Apr 2017 13:51 WIB
penerbangan dunia
Gedung Putih Ikut Komentari Insiden United Airlines
Jubir Gedung Putih Sean Spicer. (Foto: AFP/MANDEL NGAN)

Metrotvnews.com, Washington: Insiden penyeretan seorang penumpang dari pesawat maskapai United Airlines di Chicago, Amerika Serikat (AS), menyedot perhatian banyak pihak, tak terkecuali Gedung Putih. 

Washington menyayangkan cara maskapai dalam menangani situasi semacam itu. 

"Saat Anda menonton video itu, rasanya sangat mengganggu saat melihat cara (United) mengatasinya," ucap juru bicara Gedung Putih Sean Spicer, seperti dilansir AFP, Selasa 11 April 2017. 

Pejabat negara lainnya ikut berkomentar. Jan Schakowsky, seorang anggota kongres yang berbicara dalam konferensi pers, mengaku mempertimbangkan adanya aturan baru untuk menghentikan maskapai mengeluarkan penumpang secara paksa. 

"Saat sudah naik pesawat, tidak seharusnya ada satu pun penumpang yang diminta untuk keluar," tegas dia. 

Dalam foto viral di dunia maya, terlihat seorang pria yang diseret keluar dengan darah di bagian wajah. Seluruh insiden direkam sejumlah penumpang dan diunggah ke media sosial.


David Dao diseret keluar dari pesawat. (Foto: @JAYSEDAVID VIA TWITTER)

David Dao, 69, menolak keluar pesawat dalam situasi overbooking. Ia bersikukuh harus segera terbang ke Louisville, Kentucky, untuk urusan pekerjaan. Tiga polisi bandara datang atas permintaan United, untuk kemudian menyeret Dao keluar.

Pimpinan maskapai United Airlines Oscar Munoz sudah meminta maaf atas insiden tersebut, meski reaksi awalnya cenderung menyudutkan Dao. 

Overbooking adalah reservasi penumpang yang melebihi kapasitas tempat duduk tersedia dalam suatu penerbangan. Beberapa maskapai menjual lebih banyak tiket dari total jumlah kursi untuk mengantisipasi adanya penumpang yang tidak datang. 

Saat overbooking terjadi, maskapai akan meminta kerelaan sejumlah penumpang untuk turun dari pesawat.

Para relawan itu akan mendapat sejumlah kompensasi, seperti penerbangan selanjutnya dengan kelas yang lebih tinggi, uang tunai, voucher dan lainnya.

 


(WIL)