Mahasiswa AS yang Dibebaskan Korut Alami Kerusakan Otak Parah

Sonya Michaella    •    Jumat, 16 Jun 2017 11:18 WIB
korea utara
Mahasiswa AS yang Dibebaskan Korut Alami Kerusakan Otak Parah
Otto Warmbiar saat ditahan Korut pada 2016 lalu. (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Washington: Dokter yang memeriksa Otto Warmbier, mahasiswa Amerika Serikat (AS) yang baru saja dibebaskan dari Korea Utara (Korut), menyebutkan Warmbier menderita kerusakan otak parah dan tidak responsif terhadap pengobatan. 

Warmbier yang menjalani 18 bulan tahanan dari vonis 15 tahun yang dijatuhkan kepadanya, dibebaskan Korut pada Rabu 14 Juni kemarin dan dikembalikan ke AS dalam kondisi koma.

Bebasnya Warmbier juga bersamaan dengan dengan kedatangan mantan pebasket NBA Dennis Rodman, datang ke Pyongyang untuk menjadi mendiasi antara AS dan pemerintahan Kim Jong-Un.

Dokter menambahkan Warmbier dalam kondisi stabil, namun tidak menunjukkan tanda-tanda kesadaran, tidak mengerti bahasa ataupun bisa merespon perintah verbal. 

"Dia belum berbicara sama sekali. Dia juga belum bisa merespon keluarganya," ungkap dokter tersebut, seperti dikutip Guardian, Jumat 16 Juni 2017.

Menurut keterangan orangtua Warmbier, putra mereka diberi obat tidur segera setelah persidangan Maret 2016. Sejak saat itu putranya tidak pernah bangun.

Orang tua Warmbier mengatakan, tidak ada alasan bagi Korut untuk merahasiakan kondisi sebenarnya dari mahasiswa berusia 22 tahun tersebut.

Warmbier dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa karena berusaha mencuri plang propaganda dari sebuah hotel di Korut. Ia sendiri merupakan seorang mahasiswa jurusan ekonomi dari Universitas Virginia.

Ia berada di Pyongyang sebagai seorang wisatawan dengan rombongan Young Pioneer Tours saat ditangkap pada 2 Januari 2016 lalu.


(FJR)