Guatemala Tak Pindahkan Kedubes di Israel ke Yerusalem sebelum AS

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 29 Dec 2017 17:27 WIB
guatemalapalestina israel
Guatemala Tak Pindahkan Kedubes di Israel ke Yerusalem sebelum AS
Presiden Guatemala Jimmy Morales (kiri) akan pindahkan kedutaannya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem (Foto: AFP).

Guatemala City: Duta Besar Israel untuk Guatemala, Mattanya Cohen mengatakan pada Selasa lalu, bahwa Guatemala tidak akan memindahkan kedutaan besar mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem, sebelum Amerika Serikat (AS) melakukannya terlebih dahulu.
 
 
Cohen mengatakan pernyataan tersebut saat mengoreksi pertanyaan pewawancara dari Channel 10, stasiun televisi lokal Israel.
 
"Guatemala akan menjadi negara kedua yang memindahkan kedutaannya setelah Amerika Serikat. Mereka tak akan menjadi yang pertama," kata Cohen, dilansir dari Haaretz, Jumat 29 Desember 2017.
 
Dia mengatakan hal tersebut yang dijelaskan pihak Guatemala kepadanya. Cohen mengatakan hal tersebut dijelaskan secara eksplisit oleh pihak Guatemala.
 
"Begitulah cara mereka menjelaskan ke saya, Pengumuman presiden dan menteri luar negeri eksplisit bahwa Guatemala akan segera memindahkan kedutaan setelah AS," lanjut dia.
 
Sehari setelah pengumuman Trump, Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson mengatakan bahwa memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem akan memakan waktu paling cepat dua tahun. Yang menjadi penghambat adalah masalah logistik.
 
Dia juga menambahkan bahwa status terakhir Yerusalem akan diputuskan dalam negosiasi antara Israel dan Palestina.
 
Guatemala berencana memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Yerusalem. Presiden Jimmy Morales akan menjadi kepala negara pertama yang mendukung langkah Presiden AS Donald Trump dalam mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
 
Setelah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Morales menuliskan status di Facebook bahwa "salah satu topik terpenting adalah kembalinya kedutaan besar Guatemala ke Yerusalem."
 
Pengumuman disampaikan Morales di malam Natal, dan tiga hari usai sepertiga negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa menolak keputusan Trump.
 
Secara keseluruhan, 128 negara memilih mempertahankan konsensus internasional bahwa status Yerusalem hanya bisa ditentukan via negosiasi damai antara Israel dengan Palestina. 
 
Kecaman Indonesia
 
Indonesia pun mengecam keputusan dari Guatemala. Kecaman itu disampaikan oleh pihak Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, dalam keterangan resmi yang disiarkan melalui Twitter pada Selasa 26 Desember 2017.
 
 
"Indonesia mengecam keputusan Guatemala yang berencana memindahkan kedutaannya di Israel ke Yuresalem yang tidak sesuai dengan hukum internasional," pernyataan Kemenlu RI, seperti disitat Medcom.id, Selasa 26 Desember 2017.
 
"Mempertahankan kesepakatan internasional terkait status quo Yuresalem penting bagi tercapainya solusi dua negara dalam konflik Palestina-Israel," tegas pernyataan itu.
 
Kementerian Luar Negeri Palestina juga sangat mengecam Guatemala. Mereka menilai tindakan itu sangat memalukan.
 
Menurut Palestina rencana pemindahan ini sangat memalukan dan ilegal dan melawan harapan seluruh pemimpin gereja di Yerusalem dan tentunya resolusi Sidang Majelis Umum PBB terkait Status Yerusalem, yang mengecam pengakuan AS.

 

 
(FJR)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

1 day Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA