Menlu AS: Tidak Ada Indikasi PM Lebanon Ditahan di Riyadh

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 11 Nov 2017 08:00 WIB
konflik lebanon
Menlu AS: Tidak Ada Indikasi PM Lebanon Ditahan di Riyadh
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson (Foto: AFP).

Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson menegaskan 'tidak ada indikasi' bahwa Perdana Menteri Lebanon yang mengundurkan diri, Saad al-Hariri, ditahan secara paksa oleh Arab Saudi.

Hariri mengumumkan ia akan mengundurkan diri sebagai perdana menteri Lebanon sewaktu berada di Arab Saudi Sabtu pekan lalu.

(Baca: Iran Siap Jaga Lebanon Usai Ditinggal Perdana Menteri).

Sewaktu dalam perjalanan dari Beijing menuju Da Nang, Jumat 10 November, Tillerson mengatakan kepada para wartawan yang menyertai lawatan itu bahwa ia diyakinkan oleh Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir bahwa keputusan Hariri untuk mengundurkan diri semata-mata 'atas kemauannya sendiri'. Kedua diplomat itu berbicara hari Selasa.

"Hariri memiliki kewarganegaraan Lebanon dan Arab Saudi. Keluarganya telah tinggal di Arab Saudi cukup lama atas kemauan sendiri, dan menteri luar negeri Saudi memastikan bahwa keputusan mundur diambil oleh Hariri sendiri," jelas Tillerson, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Sabtu 11 November 2017.

Tillerson pun menambahkan bahwa Hariri 'perlu kembali ke Lebanon' untuk mengeluarkan pernyataan pengunduran diri secara resmi "sehingga pemerintah Lebanon dapat berjalan sebagaimana mestinya."

Para pejabat pemerintah di Beirut menyatakan keyakinan bahwa Hariri ditahan di Arab Saudi, di tengah krisis mendalam yang membuat Lebanon maju ke kancah perebutan kekuasaan antara Arab Saudi dan Iran.

(Baca: Lebanon Desak Mantan PM Hariri Dikembalikan ke Negaranya).

Arab Saudi mendukung Hariri dan sektu-sekutunya selama konflik politik bertahun-tahun di Lebanon melawan Hezbullah yang didukung Iran.

Amerika menyatakan mencermati situasi seputar pengunduran diri Hariri dan meminta pihak luar agar tidak mencampuri masalah ini.


(FJR)