Boeing Dikabarkan Akan Merilis Peringatan Keamanan 737 Max

Fajar Nugraha    •    Rabu, 07 Nov 2018 11:56 WIB
Lion Air Jatuh
Boeing Dikabarkan Akan Merilis Peringatan Keamanan 737 Max
Sebuah pesawat Boeing 737 Max-7 di landasan Bandara Seattle, Amerika Serikat (AS). (Foto: AFP).

Seattle: Pihak Boeing Co. dikabarkan mempersiapkan bulletin keamanan kepada operator yang menggunakan 737 Max. Hal ini sebagai respons atas penyelidikan kecelakaan Lion Air PK-LQP JT610.
 
Baca juga: Lion PK-LQP Diduga Dipaksa Terbang.
 
Berdasarkan keterangan yang dikutip dari Channel News Asia, Rabu 7 November 2018, keluarnya peringatan keamanan ini  diutarakan seorang sumber dari pihak perusahaan Amerika Serikat itu.
 
Menurut sumber itu, Boeing akan memperingatkan setiap maskapai bahwa kekeliruan sistem monitoring penerbangan bisa menyebabkan pesawat tiba-tiba menukik. "Boeing akan memperingatkan pilot untuk mengikuti prosedur yang tersedia dalam mengatasi masalah tersebut," sebut sumber tersebut kepada Bloomberg, yang dikutip Channel News Asia.
 
"Peringatan ini didasarkan atas temuan awal dari kecelakaan yang melibatkan pesawat milik Lion Air. Berdasarkan keadaan yang dimaksud,-ketika pilot terbang secara manual,- pesawat (737) Max akan secara otomatis menurunkan bagian depannya jika diketahui adanya kemungkinan isu gangguan aerodinamik," imbuh sumber itu.
 
Salah satu cara mengatasi krisis saat pesawat dalam kondisi stall atau kondisi dimana mesin pesawat tidak berfungsi. Pilot dapat menentukan kondisi pesawat yang stall dengan ukuran yang disebut sudut serang. Sudut ini berarti kalkulasi sudut di mana angin melintas di atas sayap.
 
Pesawat Lion Air PK-LQP jatuh ke laut pada 29 Oktober lalu. 189 orang dilaporkan berada di dalam pesawat Boeing 737 Max-8 itu.
 
Baca juga: Data Airspeed Kapten dan Kopilot Berbeda.
 
Penyelidikan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Hasil awal menunjukkan kecepatan pesawat di udara atau airspeed Lion Air PK-LQP berbeda antara kapten dan kopilot. Hal itu membuat informasi yang tak tepat soal kecepatan pesawat kepada pilot (unreliable speed).
 
KNKT pun masih menyelidiki komponen yang diduga sempat bermasalah selama empat kali penerbangan sebelum insiden kecelakaan di Tanjung Karawang, Jawa Barat.


(FJR)