Pertama Kali, PBB Gelar Pertemuan terkait Hak LGBT

Sonya Michaella    •    Kamis, 22 Sep 2016 08:22 WIB
sidang majelis umum pbb 2016
Pertama Kali, PBB Gelar Pertemuan terkait Hak LGBT
Bendera simbol LGBT (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, New York: Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon memperingatkan agar negara-negara yang mendiskriminasi LGBT selayaknya sudah bisa menerima kaum ini.

Diadakan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-71 di New York, pertemuan yang membahas LGBT ini dihadiri oleh Wakil Presiden Amerika Serikat, Joe Biden dan 20 pemimpin negara pembela hak-hak LGBT.

"Tidak ada ruang di abad ke-21 untuk mendiskriminasi mereka berdasarkan orientasi seksual atau identitas gender," tegas Ban, seperti dikutip AFP, Kamis (22/9/2016).

Ban juga sempat memuji Mozambik, Seychelles dan Nauru yang mulai melegalkan pasangan sesama jenis tahun ini. Diketahui, hampir 40 negara di dunia mengaku LGBT dan pernikahan sesama jenis.


Sekjen PBB, Ban Ki-moon/AFP

Namun, lebih dari 70 negara di dunia masih memiliki peraturan dan undang-undang bahwa pasangan sesama jenis adalah 'kejahatan', antara lain Rusia, Mesir dan Uganda.

Biden, pejabat tinggi AS yang mendukung pernikahan sesama jenis mengatakan bahwa hak-hak LGBT harus diperjuangkan.

"Tidak ada pemerintah, masyarakat, apalagi individu atau keadaan yang mendikte kita harus mencintai siapa," ujar Biden.

Ban juga memberikan pernyataan bahwa LGBT adalah hak bagi mereka yang memilih jalan hidupnya sebagai kaum LGBT dan tak perlu didiskriminasi.

"Apakah agama dan budaya Anda begitu lemah? Hingga mendiskriminasi mereka dan menyangkal mereka atas hak yang mereka pilih," tegas Ban.

Ban sendiri sempat mendapat serangan dari banyak negara anggota PBB, termasuk Rusia, ketika ia memutuskan melegalkan pasangan sesama jenis pada karyawan yang bekerja di PBB.



(FJR)