AS Sebut Snowden Karyawan Bermasalah, Bukan Whistleblower

Willy Haryono    •    Jumat, 16 Sep 2016 10:05 WIB
edward snowden
AS Sebut Snowden Karyawan Bermasalah, Bukan <i>Whistleblower</i>
Edward Snowden berbicara via video link dalam sebuah konferensi pers gerakan meminta pengampunan dari Presiden Barack Obama di New York, AS, 14 September 2016. (Foto: AFP/SPENCER PLATT)

Metrotvnews.com, Washington: Edward Snowden adalah seorang "karyawan bermasalah" dan bukan seorang "whistleblower berprinsip." Demikian dituliskan dalam sebuah laporan Kongres Amerika Serikat yang dirilis pada Kamis (15/9/2016). 

Snowden adalah mantan kontraktor Agensi Keamanan Nasional AS (NSA) yang membocorkan ribuan dokumen rahasia Negeri Paman Sam pada 2013. Snowden menyebut AS menerapkan operasi pengintaian besar-besaran sejak terjadinya serangan teroris pada 11 September 2011. 

Sejumlah grup hak asasi manusia meluncurkan kampanye agar Presiden AS Barack Obama mau memaafkan Snowden, yang saat ini tinggal di Rusia. 

Namun berdasarkan kesimpulan dari laporan yang disusun Komite Intelijen AS selama dua tahun, disebutkan bahwa Snowden adalah karyawan "bermasalah yang sering terlibat konflik dan sempat ditegur manajernya, dua pekan sebelum dirinya membocorkan banyak dokumen rahasia. 

Laporan juga menuliskan bahwa Snowden tidak seharusnya disebut sebagai whistleblower yang dilindungi di bawah hukum AS. 

Pria 33 tahun itu juga disebut "telah merekayasa evaluasi performanya dan mendapatkan posisi baru di NSA dengan melebih-lebihkan rekam jejaknya dan mencuri kunci jawaban tes kepegawaian," lanjut laporan tersebut, seperti dikutip AFP

Snowden Bukan Pahlawan


Pendukung Edward Snowden berunjuk rasa di Washington DC. (Foto: AFP)

Menurut Kepala Komite Intelijen AS Devin Nunes, Snowden "bukan seorang pahlawan -- dia adalah pengkhianat yang mengkhianati kolega dan negaranya."

"Dia membuat prajurit dan warga AS berada dalam risiko bahaya," sambung Nunes. 

Petinggi NSA lainnya, Lynn Westmoreland, mengatakan bahwa Snowden telah "merusak keamanan nasional AS dalam skala yang jauh lebih besar dari individu manapun dalam sejarah negara ini."

Snowden: Panama Paper Bukti Peran Whistleblower Vital

Setelah bocornya dokumen rahasia oleh Snowden, gelombang desakan meminta Kongres AS untuk membuat aturan mengenai pengumpulan meta data panggilan telepon warga AS dalam operasi pengintaian. 

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan Snowden terancam hukuman 30 tahun penjara atas kasus espionase dan pencurian data negara. 

"Tindakannya membahayakan warga dan keamanan nasional AS. Itulah mengapa kebijakan pemerintahan Obama menegaskan bahwa Snowden harus pulang ke AS dan menghadapi tuntutan hukum yang sangat serius," tegas Earnest.


(WIL)