Prediksi Pengamat, Hillary Clinton Menang Pemilu AS

Sonya Michaella    •    Selasa, 06 Sep 2016 17:40 WIB
pemilu as
Prediksi Pengamat, Hillary Clinton Menang Pemilu AS
Jeffrey Winters (kiri) prediksi kemenangan Hillary Clinton dalam Pilpres AS (Foto: Sonya Michaella/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Hillary Clinton dari Partai Demokrat, digadang-gadang menjadi pemenang dalam Pemilihan Umum Amerika Serikat, 8 November mendatang.
 
"Walaupun saat ini masih dinamis di beberapa negara bagian di AS, namun beberapa pakar dan juga ada prediksi bahwa Clinton lah yang akan menang," kata Jeffrey A. Winters dari Northwestern University di At America, Pacific Place, Jakarta Selatan, Selasa (6/9/2016).
 
Winters kembali menegaskan bahwa calon presiden akan memenangkan pemilu ini jika ia berhasil mengumpulkan 270 suara. Suara-suara itu terkumpul dari negara-negara bagian di AS.
 
"Ada beberapa negara bagian yang sudah kelihatan akan memilih siapa, ada beberapa negara bagian yang juga sulit diprediksi," lanjutnya.


Jeffrey Winters jelaskan kekuatan masing-masing capres (Foto: Sonya Michaella/MTVN)

 
Winters menjelaskan bahwa para calon presiden ini hanya akan melakukan kampanye di background states di mana negara-negara bagian tersebut adalah negara yang sulit diprediksi akan memilih siapa. 
 
Negara-negara tersebut adalah Pennsylvania, Florida, Ohio, North Calorina, Iowa, Michigan dan Nevada. Negara-negara bagian ini biasa disebut sebagai swing state.
 
"Untuk apa Clinton berkampanye di Illinois, karena warga Illinois pasti akan memilih Clinton. Begitu juga Trump, untuk apa dia berkampanye di Texas, karena Texas akan memilih dia," tukasnya.
 
Prediksi yang pernah diberikan AS saat pemilihan Barack Obama menjadi presiden pada 2012, dan akhirnya memang Obama yang menang menjadi presiden kala itu dan menjabat hingga sekarang.
 
"Saat itu Obama memenangkan sebanyak 332 suara," ujarnya.
 
Di dalam peta pemungutan suara yang Winters paparkan, ia menjelaskan bahwa di bagian tengah geografis AS terdapat sedikit penduduk.
 
"Yang paling banyak adalah di mana warna daerah itu biru, yaitu daerah yang dipastikan akan memilih Clinton," pungkasnya.
 
Sedangkan, warna biru muda dan merah muda adalah negara bagian yang sedikit suaranya untuk Clinton dan Trump. Di AS, warna biru adalah lambang Partai Demokrat, sedangkan warna merah adalah lambang Partai Republik.

(FJR)