Anak Trump Akui Temui Pengacara Rusia untuk Serang Clinton

Sonya Michaella    •    Senin, 10 Jul 2017 17:29 WIB
pemilu as
Anak Trump Akui Temui Pengacara Rusia untuk Serang Clinton
Putra sulung Presiden AS Donald Trump, Donald Trump Jr. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Washington: Putra Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yakni Donald Trump Jr, dikabarkan sempat menemui pengacara yang diyakini berasal dari Rusia saat pemilu AS 2016 lalu.

Rumor beredar bahwa pertemuan tersebut untuk menyerang Hillary Clinton, rival ayahnya saat itu.

Berdasarkan laporan dari New York Times, Trump Jr sempat mengakui adanya pertemuan antara dirinya dengan pengacara asal Rusia bernama Natalia Vesenitskaya.

Selain itu, menantu Trump, Jared Kushner dan ketua tim kampanye Trump saat itu, Paul Manfort juga dikabarkan menghadiri sebuah pertemuan di Trump Tower, 9 Juni 2016, tepat dua pekan setelah Trump dijagokan Partai Republik untuk melawan Clinton.

"Wanita itu menyebut dirinya mempunyai informasi bahwa ada orang-orang yang berhubungan dengan Rusia memberi dana kepada Komite Nasional Demokrat dan mendukung Clinton," ucap Trump Jr.



Dikutip Reuters, Senin 10 Juli 2017, Trump Jr terang-terangan mengatakan bahwa ia menyangsikan wanita tersebut. Menurutnya, tidak ada informasi yang detail dan jelas terkait pernyataan itu.

"Kami bertemu sekitar 20 sampai 30 menit. Lalu teman saya meminta maaf karena telah membuang waktu saya sia-sia. Itulah akhirnya, dan tidak pernah ada hubungan apapun," pungkas Trump Jr, dalam pernyataannya.

Setelah membicarakan soal 'penyerangan' Clinton, pengacara tersebut kemudian mengalihkan pembicaraan ke masalah adopsi anak-anak Rusia dan daftar hitam AS yang memasukkan warga Rusia dengan tuduhan melanggar HAM.

Sementara, ketika dikonfirmasi ke pihak Trump, juru bicara tim hukum Trump mengatakan bahwa kliennya tak mengetahui soal pertemuan tersebut. 

New York Times merilis laporan ini sesaat setelah Trump bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di KTT G20 di Jerman. Dalam pertemuan perdana tersebut, Trump dikabarkan 'menekan' Putin soal campur tangan Rusia dalam pemilu AS setahun yang lalu.



(WIL)