Kisruh Pengusiran Diplomat, AS-Rusia Saling Tuding

Sonya Michaella    •    Selasa, 01 Aug 2017 12:14 WIB
as-rusia
Kisruh Pengusiran Diplomat, AS-Rusia Saling Tuding
Kedutaan Besar AS di Moskow, Rusia. (Foto: Sputnik)

Metrotvnews.com, Moskow: Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Rusia menuding Pemerintah Rusia telah menghalangi staf-stafnya untuk mengambil barang-barang sebelum keluar dari Moskow.

Sesuai perjanjian, Rusia memberikan waktu hingga tengah hari Selasa agar para staf kedubes bisa mengambil barang-barangnya.

"Jika sesuai dengan notifikasi Pemerintah Rusia, kami mempunyai akses sampai Selasa jam 1 siang. Tetapi, kami sudah dihalangi sejak hari ini," ujar juru bicara Kedubes AS.

Dikutip dari Guardian, Selasa 1 Agustus 2017, menanggapi tudingan dari AS, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa Kedubes AS telah mengirim truknya terlebih dulu tanpa izin.

"Harusnya mereka meminta izin terlebih dahulu karena lokasi itu berada di kawasan konservasi," ucapnya.

Lokasi tersebut terletak di dekat Sungai Moskva di barat laut Moskow. Kedubes AS memang menyewa lokasi ini untuk stafnya rekreasi sejenak.

Menurut laporan, sekitar lima kendaraan dengan plat nomor diplomatik AS, termasuk sebuah truk, sampai di lokasi tersebut. Awak media pun dilarang masuk.

"Tuduhan AS sangat tidak berdasar. Kalianlah (orang Amerika) yang harus disalahkan karena tidak meminta izin," ungkap pejabat yang tak mau disebutkan namanya ini.

Sebanyak 755 diplomat AS telah diperintahkan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk secepatnya angkat kaki dari Moskow.

Putin menegaskan kesabaran Rusia sudah habis dalam menanti perbaikan hubungan dengan AS. 

Selain itu, Kementerian Luar Negeri Rusia juga akan menutup fasilitas hiburan serta gudang milik AS di luar Moskow. Tujuan dari pemangkasan staf diplomatik AS, sebut Putin, adalah agar Washington merasa tidak nyaman terhadap perwakilannya di Moskow. 


(WIL)