Penembakan RS di New York, 1 Tewas 6 Luka-luka

Renatha Swasty    •    Sabtu, 01 Jul 2017 05:02 WIB
penembakan as
Penembakan RS di New York, 1 Tewas 6 Luka-luka
Situasi di depan RS Bronx Lebanon New York - foto: Reuters

Metrotvnews.com, New York: Seorang dokter dengan senapan tersembunyi di balik jasnya melepaskan tembakan di RS Bronx Lebanon New York, Jumat 30 Juni 2017 waktu setempat. Akibat kejadian itu satu orang dokter tewas dan enam orang mengalami luka-luka sebelum akhirnya pelaku bunuh diri, kata pihak berwenang.

Penembakan dimulai pukul 14.50 waktu setempat di dalam rumah sakit. Kejadian itu membikin polisi kesulitan masuk ke dalam dan meminta semua orang untuk bersembunyi. Karyawan rumah sakit melindungi diri dengan berdiam di dalam kamar.

"Saya pikir saya akan mati," kata Renaldo Del Villar, pasien berusia 55 tahun yang berada di ruang gawat darurat yang tengah mendapat perawatan untuk cedera punggung bawah, dikutip dari AP, Sabtu 1 Juli 2017.

Dia menuturkan, saat kejadian, alarm berbunyi dan polisi menyampaikan lewat pengeras suara kalau ada penembak aktif di rumah sakit. Seseorang lewat loudspeaker mengumumkan 'Code Silver'.

"Saya bertanya kepada mereka 'Apakah kita aman di sini?'" kenang Del Villar. "Bila ada penembak dan Anda tidak tahu di mana si penembak itu, Anda tidak tahu apa yang akan terjadi".

Polisi menyisir tiap lantai untuk mencari pria bersenjata itu, sampai akhirnya sebelum pukul 16.00 dilaporkan penembak sudah tewas di dalam gedung. Seorang penegak hukum mengatakan pada AP bahwa pria bersenjata bunuh diri. Si penembak melepaskan tembakan di lantai 16 dan 17, kata polisi.

Petugas penegak hukum mengidentifikasi penembak adalah Dr. Henry Bello. Dari situs rumah sakit diketahui Henry adalah dokter keluarga. Tidak jelas alasan Henry tak bekerja lagi di rumah sakit itu. Si pejabat belum mau memberi penjelasan rinci sebab penyelidikan masih berlangsung.

FBI lewat twitter resminya menyatakan bahwa penembakan itu tak ada hubungannya dengan terorisme.


(REN)