Kontraktor Siap Bangun Pangkalan Militer Baru AS di Guam

Arpan Rahman    •    Selasa, 05 Sep 2017 18:00 WIB
pemerintahan as
Kontraktor Siap Bangun Pangkalan Militer Baru AS di Guam
Personel militer AS dan Guam dalam latihan bersama pada 2013 di Guam. (Foto: Lance Cpl. Pete Sanders)

Metrotvnews.com, Hagatna: Perusahaan patungan Granite Construction dan Obayashi Corporation telah memenangkan kontrak infrastruktur militer senilai USD165 juta di Guam.

Kontrak kerja yang diumumkan Granite pekan ini dipesan Naval Facilities Engineering Command Pacific (NAVFAC Pacific) untuk proyek Utilitas dan Perbaikan Situs Tahap I di Finegayan, Guam.

Proyek ini menyiapkan lokasi seluas 400 hektare bagi konstruksi struktur operasional, administrasi, dan konstruksi perumahan masa depan untuk pangkalan baru Korps Marinir Amerika Serikat (AS).

Pihak kontraktor akan menghancurkan sejumlah bangunan di lokasi tersebut. Merelokasi dan menambahkan utilitas baru, membuat jalan dan infrastruktur lainnya. Termasuk memasang pagar, trotoar, dan papan nama.

Memindahkan lokasi persenjataan dan amunisi yang belum diledakkan juga menjadi bagian dari kontrak.

Pangkalan Marinir yang baru terletak di Naval Computer and Telecommunications Station, dan direncanakan menampung sekitar sepertiga dari 5.000 Marinir AS yang akan dipindahkan dari Okinawa pada beberapa tahun mendatang.

"Pekerjaan proyek ini diperkirakan selesai pada 2020," menurut sumber pejabat di Granite, seperti disitat UPI, Selasa 5 September 2017.

Saat ini, sekitar 19.000 marinir berbasis di Pulau Okinawa, Jepang. Di sana, muncul tekanan penduduk lokal agar pangkalan dipindahkan.

Guam, sebuah wilayah AS sejak 1898, menjadi pusat komando penting bagi operasi militer Paman Sam di wilayah Asia Pasifik. Guam juga adalah tempat berdirinya lokasi instalasi militer AS.



(WIL)