Ilhan Omar Jadi Perempuan Berjilbab Pertama di Kongres AS

Fajar Nugraha    •    Kamis, 03 Jan 2019 12:03 WIB
amerika serikatpemerintahan as
Ilhan Omar Jadi Perempuan Berjilbab Pertama di Kongres AS
Ilhan Omar, menjadi perempuan pertama yang menggunakan jilbab untuk masuk di kursi Kongres AS. (Foto: AFP).

Washington: Ilhan Omar akan menjadi perempuan pertama yang mengenakan jilbab duduk di kursi Kongres Amerika Serikat (AS). Partai Demokrat tempat Omar bernaung, akan mengubah aturan pelarangan penggunaan jilbab di Kongres AS.

Partai Demokrat akan mengambil alih kendali Kongres AS pada Kamis 3 Januari 2019. Isu pertama yang dibahas adalah tata cara pemerintahan di Kongres Salah satu aturan itu termasuk mengubah larangan penutup kepala menjadi satu yang mengecualikan hanya hiasan kepala non-agama.

Seperti dilansir Independent, Kamis, 3 Januari 2018, sampai sekarang, aturan tentang penutup kepala memungkinkan Omar mengenakan jilbabnya di dalam gedung Capitol, tetapi tidak didalam forum Kongres. Perubahan aturan akan memungkinkan Omar mengenakan jilbab, sebuah praktik sesuai agamanya, ketika berada di dalam Kongres untuk memilih atau berpidato

Legislator keturunan Somalia-Amerika ini terang-terangan tentang keinginannya untuk mengenakan jilbab, saat mewakili distriknya di Kongres.

"Tidak ada yang menaruh syal di kepalaku selain aku. Itu pilihan saya,-yang dilindungi oleh amandemen pertama. Dan ini bukan larangan terakhir yang akan saya coba angkat,” ujar Omar dalam sebuah Twitt setelah ia memenangkan pemilihan pada bulan November.

Biasanya, partai mayoritas mengusulkan seperangkat aturan yang akan mengatur Kongres. Calon Ketua Kongres, Nancy Pelosi dan Ketua Komite Aturan Kongres, Jim McGovern, keduanya mendukung permintaan Omar dan memasukkannya ke dalam aturan yang dikemas oleh partai yang dirilis pada Selasa malam.

Sebelumnya, penggunaan topi atau penutup kepala dalam bentuk apa pun dilarang di dalam ruangan rapat Kongres mulai tahun 1837. Aturan itu terus bertahan hingga saat ini.


(FJR)