Melania Trump Bela Ucapan Cabul Suaminya

Fajar Nugraha    •    Selasa, 18 Oct 2016 13:18 WIB
pemilu as
Melania Trump Bela Ucapan Cabul Suaminya
Istri dari Donald Trump, Melania Trump bantah suaminya cabul (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, New York: Melania Trump, istri dari Donald Trump melontarkan pembelaan atas ucapan cabul suaminya yang merendahkan perempuan.
 
Bantahan Melania ini diutarakannya dalam wawancara khusus kepada CNN dan Fox. Menurut mantan model itu, tuduhan bahwa Donald Trump melecehkan banyak perempuan sangat 'merusak dan tidak adil'.
 
Selain itu, perempuan asal Slovenia itu menolak tuduhan kalau suaminya sangat sexist dan misoginis atau sangat membenci perempuan. Pembelaan dari Melania ini muncul setelah sekitar sepekan lalu, beredar rekaman video Trump yang melontarkan ucapan cabul dan menghina perempuan.
 
"Saya katakan kepada suami saya bahwa ucapannya tidak pantas, tidak bisa diterima. Dan saya terkejut karena ini seperti bukan suami saya," ujar Melania Trump, seperti dikutip CNN, Selasa (18/10/2016).
 
"Dia (Donald Trump) pun meminta maaf kepada saya," ucap Melania.
 
Melania menambahkan, saat berbicara cabul itu, suaminya kemungkinan besar tidak sadar bahwa mikrofon sudah menyala ketika dirinya diwawancara untuk program televisi Access Hollywood. Melania juga menuduh bahwa presenter acara tersebut, Billy Bush, mendorong Trump untuk berbicara cabul.

(Baca: Trump Kembali Picu Kontroversi dengan Komentar Cabul).
 
Pemilu Pilpres AS akan berlangsung pada 8 November dan pemenang pemilu tentunya belum ada. Namun Melania percaya diri bahwa jika menjadi Ibu Negara dia akan memimpin perang melawan kampanye hitam di sosial media. Padahal Donald Trump kerap menggunakan sosial media untuk menyerang siapa pun yang berseberang dengannya.
 
Sebagai Capres AS dari Partai Republik, posisi Trump saat ini sangat sulit. Ditambah dalam beberapa hari terakhir muncul sejumlah perempuan yang mengaku dilecehkan secara seksual oleh pengusaha kaya itu. 

(Baca: Partai Republik Khawatir Atas Komentar Cabul Trump).

 
 
Tuduhan-tuduhan tersebut yang dibantah oleh Melania. "Mereka yang melontarkan tuduhan hanya berupaya mencari perhatian dan membuat tuduhan yang merusak dan tidak adil. Saya percaya suami saya tidak melakukan apapun,"  tegas Melania.


Melania Trump hadir saat Donald Trump berdebat (Foto: AFP).

 
Selain itu Melania menyebutkan bahwa wajar ketika Donald Trump bertukar pandangan dengan perempuan yang sebelumnya menuduh mantan Presiden Bill Clinton melakukan pelecehan seksual. Menurutnya Partai Demokrat lah yang pertama kali yang melontarkan serangan mengenai masalah pribadi.
 
Wawancara ini muncul di saat Trump melontarkan serangan baru terhadap Hillary Clinton dan Ketua DPR AS Paul Ryan dalam sebuah kampanye di Wisconsin. Selain itu Trump juga menuduh media tidak berkata jujur setelah berkonspirasi melawan dirinya.

 
 
Sementara itu, Trump juga menilai Hillary Clinton melakukan kejahatan lebih buruk dari skandal Watergate. Sebuah catatan dari FBI yang terbaru yang menyebutkan seorang pejabat Kementerian Luar Negeri AS meminta FBI mengurangi klasifikasi email pribadi Clinton. Ini yang membuat Trump berang.
 
Trump melihat bahwa berdasarkan catatan itu, jelas seperti ada upaya tawar menawar agar FBI bisa menurunkan agen lebih banyak di negara asing. (Baca: Obama Sebut Retorika Cabul Trump Sangat Mengganggu).
 
"Ini adalah salah satu pelanggaran hukum terparah di dalam sejarah negara ini. Mencoba menutupi kejahatan Hillary yang mengirim email dari server yang dengan mudah bisa diakses musuh," tegas Trump.

 

 



(FJR)