Trump Takkan Desak Penyelidikan Skandal Email Hillary Clinton

Sonya Michaella    •    Rabu, 23 Nov 2016 08:08 WIB
pemilu as
Trump Takkan Desak Penyelidikan Skandal Email Hillary Clinton
Donald Trump dan Hillary Clinton saat debat capres (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Washington: Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, disebut-sebut tidak akan mendesak penyelidikan lebih lanjut atas skandal e-mail rivalnya saat pemilihan umum, Hillary Clinton.

Sikap Trump ini dibenarkan oleh wakil ketua tim transisi Trump, Rudy Giuliani. Ia menyebut bahwa keputusan itu diambil sesuai dengan tradisi di AS.

"Setelah menang pemilu, seseorang harus mengesampingkan pertarungan saat kampanye. Anda mengatakan banyak hal, bahkan hal yang sangat buruk, kemudian Anda dapat melupakannya demi menyatukan bangsa," kata Giulani, seperti dikutip AFP, Rabu (23/11/2016).

Seorang ajudan Trump juga mengatakan, bahkan sebelum dilantik, Trump tidak akan mendesak tuntutan ini. "Pesan itu sangat kuat, bersuara dan berisi," ucap ajudan Trump tersebut.

Saat masa kampanye, Trump sering menggunakan isu skandal e-mail Clinton ini untuk menjatuhkan rivalnya tersebut. Ia bahkan pernah mengatakan akan memenjarakan Clinton jika terpilih menjadi presiden kelak.

Beberapa analis mengatakan bahwa keputusan Trump ini bisa menjadi senjata makan tuan untuk Trump sendiri. Pasalnya, para pendukung Trump mungkin akan berpikir bahwa Trump ingkar janji.

"Jika Donald Trump dapat memulihkan (Clinton), itu baik. Ia mengesampingkan banyak hal lain untuk mempersiapkan diri menjadi presiden AS dan segala sesuatu dalam kampanyenya (mengenai skandal Clinton) bukan salah satu di antaranya," ujar salah satu analis.

Clinton sendiri pernah menuduh bahwa keputusan FBI untuk meninjau kembali skandal email pribadinya hanya dua pekan menjelang pemilu merupakan salah satu penyebab kekalahannya.

 


(WIL)