AS Puji Keberhasilan Filipina dalam Perang di Marawi

Willy Haryono    •    Senin, 23 Oct 2017 17:16 WIB
politik asterorisme di filipina
AS Puji Keberhasilan Filipina dalam Perang di Marawi
Menhan AS James Mattis. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Washington: Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis memuji Filipina atas keberhasilannya mengalahkan militan lokal simpatisan grup Islamic State (ISIS) di kota Marawi. 

Hari ini, Senin 23 Oktober 2017, Filipina menyatakan perang di Marawi yang berlangsung selama lebih kurang lima bulan telah berakhir.

"Salah satu hal yang akan saya lakukan saat tiba di sana adalah memuji militer Filipina yang telah membebaskan Marawi dari jeratan teroris," ujar Mattis kepada awak media, seperti dilansir AFP

Mattis berencana melakukan tur Asia dalam waktu dekat, dan Filipina adalah negara tujuan pertamanya. Kunjungan ini berselang satu pekan dari tur Asia yang akan dilakukan Presiden AS Donald Trump.

"Pertempuran di Mindanao sangat berat. Dan saya rasa militer Filipina telah mengirimkan pesan kuat kepada para teroris," ungkap Mattis. 

Militan simpatisan ISIS menguasai kota Marawi pada 23 Mei. Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebut pendudukan itu sebagai upaya ISIS mendirikan kekhilafahan di Asia Tenggara.

Menhan Filipina Delfin Lorenzana menuturkan perang dengan militan terafiliasi ISIS di Marawi telah berakhir. Delfin menuturkan selama lima bulan bertempur, lebih dari 1.000 nyawa melayang.

Pada pertengahan bulan ini, pasukan Filipina mengebom beberapa posisi militan yang bertahan selama kurang lebih empat bulan di kota Marawi.

Tiga anak dari komandan tertinggi kelompok militan Maute yang bercokol di Filipina Selatan, Isnilon Hapilon, dikabarkan menjadi militan juga di Marawi.

Salah satu komandan militer Filipina, Letnan Jenderal Carlito Galvez mengatakan, tiga anak Hapilon termasuk dalam 20 militan yang tinggal di daerah kecil tepi danau. Daerah ini masuk dalam incaran militer Filipina.


(WIL)