PBB Selidiki Kematian 15 Penjaga Perdamaian di Kongo

Willy Haryono    •    Sabtu, 06 Jan 2018 13:00 WIB
pbbdr kongo
PBB Selidiki Kematian 15 Penjaga Perdamaian di Kongo
Prajurit Tanzania di Dar es Salaam, 11 Desember 2017, menggotong peti jenazah berisi rekan mereka yang menjadi korban serangan ekstremis. (Foto: AFP/STR)

New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa membentuk unit khusus untuk menyelidiki serangan yang menewaskan 15 personel pasukan penjaga perdamaian dan melukai 43 lainnya di Republik Demokratik Kongo (DR Kongo) bulan lalu. 

Serangan pada 7 Desember di Beni, Provinsi Kivu Utara, merupakan salah satu yang terburuk dialami pasukan penjaga perdamaian PBB dalam sejarah misi di DR Kongo. 

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menunjuk Dmitry Titov, seorang warga Rusia, untuk memimpin unit investigasi khusus di DR Kongo. 

"Unit investigasi khusus ini akan fokus terhadap serangan 7 Desember di Semuliki, di mana 15 personel penjaga perdamaian asal Tanzania tewas, 43 terluka dan satu dinyatakan hilang," ujar pernyataan PBB, seperti dilansir AFP, Jumat 5 Januari 2018.

PBB telah mengatakan serangan terhadap penjaga perdamaian pada 7 Desember dilakukan terduga pemberontak ADF, grup yang didominasi ekstremis asal Uganda. ADF adalah salah satu grup aktif di Kivu Utara.

Baca: Serangan Brutal Tewaskan 15 Penjaga Perdamaian PBB

Unit PBB akan memeriksa semua hal terkait serangan, mengevaluasi respons pasukan penjaga perdamaian dan membuat rekomendasi mengenai cara menangani serangan serupa di masa mendatang. 

Dua personel militer dari Tanzania akan ikut serta dalam investigasi. 

Pasukan penjaga perdamaian PBB pertama kali dikirim ke DR Kongo pada 1999. Pasukan ini disebut MONUSCO. Serangan pada 7 Desember merupakan yang terburuk menimpa MONUSCO. 

Provinsi Kivu Utara, yang berbatasan dengan Uganda dan Rwanda, dilanda serangkaian pembunuhan dan penculikan dalam pertempuran antar grup etnis. 

Sejak Oktober 2014, ADF dituduh DR Kongo dan PBB telah membunuh lebih dari 700 orang di wilayah Beni.


(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

16 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA