Trump Bantah Keras Pernah Lecehkan Wanita

Willy Haryono    •    Kamis, 13 Oct 2016 10:33 WIB
pemilu as
Trump Bantah Keras Pernah Lecehkan Wanita
Donald Trump dalam kampanye di Lakeland Linder Regional Airport, Lakeland, Florida, 12 Oktober 2016. (Foto: AFP/GREGG NEWTON)

Metrotvnews.com, New York: Donald Trump membantah keras dirinya pernah melecehkan dua wanita seperti yang dituduhkan dalam artikel surat kabar The New York Times edisi Rabu (12/10/2016). 

Dalam artikel itu, dua wanita bernama Jessica Leeds dan Rachel Crooks mengaku pernah dilecehkan secara seksual oleh Trump di masa lalu. 

Tim kampanye Trump menyebut artikel The New York Times sebagai sebuah "pembunuhan karakter" dan "serangan politik."

"Keseluruhan artikel ini fiksi. The New York Times merilis laporan yang benar-benar keliru dan membunuh karakter Trump," ujar penasihat komunikasi senior Jason Miller. 

Saat Trump diminta konfirmasi terkait tuduhan kedua wanita, The New York Times menyebut capres yang diusung Partai Republik itu terlihat gelisah. "Semua tuduhan itu tidak pernah terjadi," tegas Trump. 

Trump kemudian mengancam akan menuntut The New York Times jika tuduhan itu dipublikasikan.

The New York Times mengaku sudah berbicara dengan teman dan sahabat Leeds serta Crooks yang membenarkan cerita keduanya. Teman serta keluarga Leeds dan Crooks sudah mengetahui insiden pelecehan sebelum video kontroversial Trump dirilis The Washington Post belum lama ini. Dalam video, Trump melontarkan sejumlah pernyataan yang merendahkan wanita.

Jessica Leeds, 74, yang pernah bekerja untuk sebuah perusahaan kertas, mengatakan kepada The New York Times bahwa Trump menyentuhnya secara tidak sopan dalam sebuah penerbangan lebih kurang tiga dekade silam. Ia mengaku duduk di sebelah Trump dalam penerbangan tersebut.

Sekitar 45 menit setelah pesawat lepas landas, Trump mulai memegang dada Leeds dan juga mencoba menyentuh daerah kewanitaannya. 


Jessica Leeds saat berusia 38 tahun. (Foto: The New York Times)

Sementara Rachel Crooks mengaku pernah menjadi resepsionis sebuah perusahaan real estate di Trump Tower pada 2005. Pada suatu pagi, dia bertemu Trump di luar sebuah elevator gedung. 

Crooks memperkenalkan diri dan bersalaman, tapi Trump tidak mau melepaskan tangannya. Trump kemudian mencium pipi dan "mulut saya secara langsung."


(WIL)