Tegaskan Persahabatan, Presiden Iran Temui Castro di Kuba

Arpan Rahman    •    Selasa, 20 Sep 2016 11:53 WIB
politik iran
Tegaskan Persahabatan, Presiden Iran Temui Castro di Kuba
Presiden Iran Hassan Rouhani (kanan) bersama Presiden Kuba Raul Castro di Havana, 19 September 2016. (Foto: Cubadebate)

Metrotvnews.com, Havana: Presiden Iran Hassan Rouhani bertemu dengan mitranya Presiden Kuba Raul Castro di Havana, Senin (19/9/2016). Pertemuan ini menegaskan kembali hubungan persahabatan kedua negara. 

Kedua presiden mengekspresikan komitmen untuk memperdalam kerja sama mereka, demikian dilaporkan media pemerintah Kuba, seperti dilansir Reuters.

Selama kunjungan, para pejabat Iran dan Kuba menandatangani perjanjian kerja sama di sektor kesehatan, pendidikan dan ilmu pengetahuan, serta nota kesepahaman tentang perbankan.

Rouhani singgah di negara komunis kepulauan Karibia itu dalam perjalanan menuju Sidang Umum PBB di New York. Dia juga bertemu presiden pendahulu Raul sekaligus kakaknya, Fidel Castro.

Seperti dikutip dari surat kabar Partai Komunis, Granma, keduanya membahas pentingnya produksi pangan di dunia yang "terancam oleh perubahan iklim, pertumbuhan gencar populasi global, dan ancaman bahaya bagi pelestarian perdamaian."

"Fidel dan Hassan Rouhani mengakhiri pertemuan penuh persahabatan tersebut dengan keinginan yang paling tulus untuk kolaborasi antara masyarakat Iran dan Kuba," tulis koran itu.

Sahabat Lama

Iran dan Kuba telah bersahabat sejak lama. Keduanya dipersatukan sikap politiknya untuk menjauhkan diri dari Amerika Serikat. Kendati begitu, hubungan keduanya dengan Washington mulai mencair dalam beberapa tahun terakhir.

Rouhani disambut di bandara oleh Menteri Ekonomi dan Perencanaan Kuba Ricardo Cabrisas, seperti dilaporkan Kantor Berita Kuba (ACN) dan dikutip Global Times.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif telah mengunjungi Kuba, Agustus lalu, sebagai bagian dari tur di enam negara Amerika Latin demi memperkuat hubungan dengan wilayah tersebut. Kedua negara sepakat membuat sebuah komite bilateral untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan kesehatan.

Iran telah lama mengecam embargo perdagangan yang dipimpin AS terhadap Kuba. Iran baru bebas dari sanksi rezim AS yang mendesain hukuman untuk menggagalkan program teknologi nuklir Iran, meski Teheran menjamin program itu demi tujuan damai.

Menlu Kuba Bruno Rodriguez mengatakan bulan lalu, Havana "senang" dengan prestasi kebijakan luar negeri Iran, khususnya terkait kesepakatan nuklir yang dibuat dengan tahun lalu dengan enam kekuatan dunia, salah satunya adalah AS. Lewat kesepakatan tersebut, Iran sepakat mengurangi program nuklir sebagai ganti dari dicabutnya sejumlah sanksi ekonomi. 


(WIL)